Peringatan Hari Donor Darah Sedunia menjadi momentum bagi PMI Kota Tasikmalaya untuk mengajak masyarakat lebih aktif mendonorkan darah. Meski ribuan kantong darah berhasil dikumpulkan setiap tahun, kebutuhan masih belum sepenuhnya terpenuhi
SIAPBELAJAR.COM – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tasikmalaya menggelar serangkaian kegiatan sepanjang Juni 2026 dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darah sekaligus menjaga ketersediaan stok darah bagi kebutuhan pasien.
Ketua PMI Kota Tasikmalaya, H. Rahmat Kurnia, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari imbauan PMI Pusat yang berlangsung selama periode 1 hingga 30 Juni 2026.
Menurutnya, terdapat tiga agenda utama yang dilaksanakan selama peringatan Hari Donor Darah Sedunia tahun ini.
“Kami memberikan apresiasi kepada para pendonor melalui kegiatan Gathering Keluarga Donor Darah Kota Tasikmalaya yang diikuti sekitar 150 peserta. Selain itu, kami juga menggelar donor darah massal dan kegiatan senam bersama bagi relawan serta pengurus PMI,” ujarnya, Selasa (23/6/2026).
Stok Darah Belum Capai Target
Rahmat mengungkapkan, PMI Kota Tasikmalaya rata-rata mampu mengumpulkan sekitar 1.100 kantong darah setiap bulan. Dalam setahun, jumlah tersebut mencapai sekitar 13.500 hingga 14.000 kantong darah.
Dari total darah yang terkumpul, sekitar 70 persen berasal dari Donor Darah Sukarela (DDS), sedangkan sisanya berasal dari Donor Darah Pengganti (DDP) yang dilakukan untuk membantu kebutuhan keluarga atau kerabat.
Meski demikian, angka tersebut masih belum memenuhi target ideal yang ditetapkan PMI.
“Target kami sekitar 1.200 kantong darah per bulan. Artinya masih ada kekurangan sekitar 100 kantong darah setiap bulannya yang perlu dipenuhi,” jelasnya.
Edukasi Menyasar Generasi Muda
Untuk meningkatkan jumlah pendonor, PMI Kota Tasikmalaya akan memperluas program edukasi kepada masyarakat, terutama generasi muda.
Langkah yang akan dilakukan antara lain memberikan pemahaman tentang pentingnya donor darah kepada siswa SMA, memperkuat pembinaan Palang Merah Remaja (PMR), serta mendorong keterlibatan aparatur sipil negara dan instansi pemerintah dalam kegiatan donor darah rutin.
Menurut Rahmat, kesadaran masyarakat terhadap donor darah sudah cukup baik, namun tingkat partisipasinya masih perlu terus ditingkatkan agar kebutuhan darah di berbagai fasilitas kesehatan dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
“Harapan kami donor darah menjadi budaya dan gaya hidup masyarakat. Semakin banyak yang berpartisipasi, maka semakin banyak pula nyawa yang bisa diselamatkan,” katanya.
Melalui rangkaian kegiatan Hari Donor Darah Sedunia 2026, PMI Kota Tasikmalaya berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya donor darah dan tergerak untuk menjadi pendonor aktif demi membantu sesama yang membutuhkan.
Jurnalis: Udan Muhdiana
Tidak ada komentar