Wakil Wali Kota Tasikmalaya Bahas Krisis Air Irigasi dengan BBWS Citanduy

waktu baca 2 menit
Sabtu, 27 Jun 2026 07:36 0 21 Asop Ahmad

Menurunnya debit air mulai mengkhawatirkan petani di Kota Tasikmalaya. Wakil Wali Kota Diky Candra turun langsung menemui BBWS Citanduy untuk mencari solusi agar target tanam tetap tercapai dan ancaman kekeringan dapat diantisipasi.

SIAPBELAJAR.COM – Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, melakukan kunjungan kerja ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, di Kota Banjar, Kamis (25/6/2026). Pertemuan tersebut membahas ketersediaan air irigasi serta langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan yang dapat berdampak pada sektor pertanian.

Kunjungan dilakukan menyusul menurunnya debit air di sejumlah wilayah irigasi, sementara para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) tetap dituntut memenuhi target luas tanam yang telah ditetapkan Kementerian Pertanian.

Diky Candra menjelaskan, pemerintah daerah selama ini telah menerapkan pola distribusi air dengan sistem 3-4-3, yakni membuka dan menutup saluran irigasi secara bergiliran untuk menjaga pemerataan pasokan air.

Pembuatan Website

“Persiapan musim tanam sudah berjalan, namun saat ini debit air terus menurun. Kondisi ini perlu dibahas bersama BBWS Citanduy, PPL, dan Dinas Pertanian agar ditemukan solusi terbaik,” ujarnya.

Antisipasi Kekeringan

Selain membahas pengelolaan irigasi, pertemuan juga menyoroti langkah antisipasi menghadapi musim kemarau dan potensi kekeringan.

Menurut Diky, kekeringan bukan berarti petani harus menghentikan aktivitas bercocok tanam, melainkan perlu menyesuaikan waktu dan kondisi lahan agar tidak menimbulkan risiko gagal panen.

“Yang harus diwaspadai adalah ketika tanaman sudah ditanam, tetapi pasokan air tiba-tiba berkurang drastis. Kondisi seperti inilah yang harus kita antisipasi bersama,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa penyuluh pertanian terus memberikan pendampingan kepada petani agar menentukan waktu tanam sesuai dengan kondisi ketersediaan air di lapangan.

Utamakan Petani

Meski pengelolaan sumber daya air bukan menjadi kewenangan langsung Wakil Wali Kota berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan, Diky mengaku tetap mengambil inisiatif untuk membantu mencarikan solusi bagi masyarakat.

Menurutnya, kepentingan petani harus menjadi prioritas karena sektor pertanian memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

“Yang saya pikirkan adalah bagaimana petani tidak mengalami kesulitan. Selama bisa membantu mencarikan solusi, saya akan berupaya hadir demi kepentingan masyarakat,” katanya.

Melalui koordinasi dengan BBWS Citanduy, Pemerintah Kota Tasikmalaya berharap pengelolaan air irigasi dapat berjalan lebih optimal sehingga target luas tanam tetap tercapai, kebutuhan air pertanian terpenuhi, serta risiko gagal panen akibat kekeringan dapat diminimalkan.

Jurnalis: Udan Muhdiana

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar Terbaru

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
Pembuatan Website
LAINNYA