Gerakan Literasi dan Wirausaha Berbasis Kearifan Lokal Menuju Desa Mandiri dan Cerdas
Tasikmalaya — Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Tasikmalaya kembali menunjukkan aksi nyata dalam membangun masyarakat melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Tahun 2025.
Organisasi Lingkar Indonesia Pintar (LINTAR) hadir dengan terobosan baru dalam pengabdian masyarakat bertajuk HALILINTAR (Haluan Literasi Indonesia Pintar), yang berfokus pada literasi dan pemberdayaan wirausaha berbasis ethnopreneur di Desa Nanggerang, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya.
Program HALILINTAR lahir sebagai jawaban atas tantangan literasi, ekonomi, dan pendidikan yang masih dihadapi masyarakat pedesaan.
Melalui pendekatan ethnopreneurship, mahasiswa UPI ingin mendorong kemandirian masyarakat dengan tetap melestarikan nilai-nilai lokal sebagai kekuatan utama desa.
Terdapat lima program utama yang dijalankan:
Pojok Literang – Gerakan literasi yang melibatkan seluruh elemen masyarakat
Pojok Edutatif – Edukasi pertanian produktif dan berkelanjutan
Pojok Wirdana – Pelatihan keterampilan wirausaha lokal
Pojok Jejak – Jelajah edukasi kreatif bagi anak-anak
Pojok Educas – Edukasi pengelolaan sampah berbasis kesadaran lingkungan
Acara pembukaan digelar pada Jumat, 25 Juli 2025 di Aula Desa Nanggerang, dan dihadiri oleh Wakil Direktur Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UPI Tasikmalaya, dosen pembimbing PPK Ormawa, Kepala Desa Nanggerang beserta perangkatnya, Karang Taruna, pelaku UMKM, serta tim pelaksana dan relawan dari LINTAR.
Ketua Pelaksana PPK Ormawa LINTAR, Alya Rahman, menekankan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada sinergi seluruh elemen desa.
“HALILINTAR bukan proyek satu arah. Ini adalah ruang kolaborasi yang melibatkan semua pihak demi kemajuan bersama,” ujar Alya.
Sementara itu, Ketua Ormawa LINTAR Resi Resviani menegaskan bahwa program ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa bisa menjadi agen perubahan.
“Kami tidak ingin sekadar belajar di kelas. Kami ingin hadir di tengah masyarakat dan memberi dampak langsung,” katanya.
Kepala Desa Nanggerang, Agus Suwarlan, memberikan apresiasi tinggi terhadap semangat dan ide mahasiswa.
“Literasi dan wirausaha adalah dua kebutuhan utama masyarakat desa kami. Kami sangat menyambut baik program HALILINTAR sebagai pemantik perubahan positif,” ungkapnya.
Dosen Pembimbing Muhammad Rijal Wahid Muharram, S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya pembelajaran dua arah.
“Kami datang bukan untuk menggurui, tetapi untuk tumbuh bersama. Masyarakat adalah mitra belajar kami,” ujarnya.
Wakil Direktur Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UPI Tasikmalaya, Dr. Lutfi Nur, M.Pd., M.M., AIFO, turut memberikan dukungannya terhadap kegiatan ini.
“PPK Ormawa adalah perwujudan semangat ‘kampus berdampak’ dari Kemendikbudristek. Mahasiswa harus menjadi motor penggerak perubahan sosial di lingkungannya,” tegasnya.
Dengan semangat kolaborasi, kreativitas, dan inovasi, HALILINTAR diharapkan dapat mendorong Desa Nanggerang menjadi desa cerdas yang literat, mandiri secara ekonomi, dan berdaya saing tinggi.
Tak hanya sebagai program jangka pendek, HALILINTAR diharapkan menjadi inspirasi pembangunan desa berkelanjutan yang bisa ditiru daerah lainnya.
Tidak ada komentar