TASIKMALAYA – Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya (DKKT) memasuki babak kepemimpinan baru. Pada Sabtu, 22 November 2025, Tatang Suprihatna Sumpena, yang akrab disapa Tatang Pahat, terpilih secara demokratis sebagai Ketua DKKT untuk periode 2025–2030. Pemilihan berlangsung dalam gelaran “Gempungan Seniman 2025” di Gedung Kesenian Kota Tasikmalaya, menandai dimulainya fase kolaboratif bagi dunia seni lokal.
Proses pemilihan diawali dengan kontes gagasan yang menampilkan delapan kandidat potensial: Falhan Basya (Aang The Great), Hendra Juniarsa, Andi Jaelani (Ibo), Hendra S Wijaya (Pongkir Wijaya), Cecep Hermawan (Ki Lanang), Tatang Pahat, Iip Samsul Ma’arif (Iip Borelak), dan Sepia Perian Putra Prasetya (Cevi Whiesa). Masing-masing calon memaparkan visi inovatif mereka untuk memajukan ekosistem seni dan budaya Tasikmalaya.
Mekanisme pemilihan dilaksanakan secara representatif, dengan mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) DKKT. Sebanyak 12 rumpun kesenian yang diakui memberikan satu suara masing-masing, memastikan seluruh cabang seni memiliki peran dalam penentuan arah kepemimpinan lembaga.
Dalam sambutannya usai terpilih, Tatang Pahat menekankan pentingnya membangun identitas kesenian yang khas bagi Tasikmalaya. “Saya mengajak seluruh seniman untuk bersama-sama memetakan dan menciptakan ciri khas Tasikmalaya, sebagaimana kota-kota lain yang memiliki identitas kuat. Mari kita wujudkan kolaborasi nyata, bukan hanya wacana,” serunya.
Ia mengingatkan kembali julukan Tasikmalaya sebagai “Mutiara dari Priangan Timur” sebagai inspirasi untuk merumuskan narasi budaya baru yang relevan. “Kita perlu merancang agenda kerja yang konkret, tidak hanya melanjutkan program lama, tetapi juga menciptakan terobosan yang meninggalkan jejak,” tegas Tatang.
Komitmennya untuk meningkatkan keberlanjutan karya seni dan menjaga kesinambungan budaya lokal mendapat sambutan positif dari komunitas seni. Terpilihnya Tatang Pahat mencerminkan kepercayaan para seniman terhadap kapasitasnya dalam memimpin DKKT menuju pengelolaan yang lebih inklusif dan visioner.
Acara “Gempungan Seniman 2025” tidak hanya menjadi ajang pemilihan, tetapi juga ruang dialog strategis antar pelaku seni lintas generasi dan disiplin. Dengan kepemimpinan baru ini, DKKT bertekad memperkuat posisi Tasikmalaya sebagai pusat kebudayaan yang dinamis, identitas lokal yang unggul, dan ekosistem seni yang berkelanjutan.
Jurnalis: Udan Muhdiana / Editor: Redaksi siapbelajar.com
Tidak ada komentar