PGRI Kota Tasikmalaya Gelar Konferensi Kabupaten, Bahas Masa Depan Pendidikan dan Kepemimpinan Baru

waktu baca 2 menit
Minggu, 1 Jun 2025 10:46 0 318 Asop Ahmad

SIAPBELAJAR.COM – Dengan mengusung tema “Guru Bermutu, Indonesia Maju”, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Tasikmalaya menggelar Konferensi Kabupaten Masa Bakti XXIII di Hotel Horison, Kelurahan Yudanegara, Kecamatan Cihideung, pada Sabtu (31/5/2025).

Ketua pelaksana kegiatan, Asep Supriadi, menjelaskan bahwa konferensi ini diikuti oleh berbagai elemen dari organisasi PGRI, mulai dari 101 peserta tingkat ranting, 30 peserta tingkat cabang, 21 pengurus kota, serta 32 tamu undangan. Total terdapat 470 pemilik hak suara yang memenuhi syarat untuk mengikuti proses pemilihan.

Dalam konferensi ini, lima kandidat bersaing untuk memperebutkan posisi Ketua PGRI Kota Tasikmalaya periode 2025–2030. Mereka adalah Cecep Susilawan, Nana Hermawan, Yonandi, Abdul Falah, dan Dodo Agus Nurjaman.

Asep menekankan bahwa tujuan utama konferensi ini adalah untuk mengevaluasi program kerja masa bakti sebelumnya, menyusun rencana strategis ke depan, serta memilih kepengurusan baru yang akan membawa PGRI Kota Tasikmalaya lebih maju dan berdaya saing.

Pembuatan Website

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfaridzi Ramadhan, S.T., M.BA., turut hadir dan memberikan sambutan yang menekankan pentingnya peran guru dalam pembangunan daerah. Ia mengajak seluruh elemen PGRI untuk tetap solid dan bersinergi dengan pemerintah kota.

“Pemilihan ini adalah bagian dari dinamika organisasi. Siapapun yang terpilih nanti, PGRI harus tetap menjadi mitra strategis pemerintah dalam memajukan pendidikan dan mencetak generasi unggul di Kota Tasikmalaya,” ujar Viman.

Ia juga mengingatkan agar ajang pemilihan tidak menjadi pemicu perpecahan antaranggota. Menurutnya, PGRI harus tetap menjadi garda terdepan dalam mewujudkan pendidikan berkualitas.

Lebih lanjut, Viman menyampaikan komitmen Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam memperjuangkan kesejahteraan guru. Ia menyebutkan bahwa pihaknya akan terus mengupayakan peningkatan upah guru, dengan tetap mempertimbangkan kondisi fiskal daerah dan kekuatan anggaran yang tersedia.

“Visi kami ke depan adalah memperkuat peran guru, baik honorer, P3K, maupun ASN, agar lebih sinergis dengan kebijakan Pemkot. Kami ingin memastikan bahwa hak-hak guru dapat terpenuhi secara maksimal,” tutupnya.

Konferensi ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi dan semangat para pendidik dalam membangun masa depan pendidikan yang lebih baik di Kota Tasikmalaya.

Oleh Udan M

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar Terbaru

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
Pembuatan Website
LAINNYA