Program Erasmus+ Mendukung Lebih dari 1,2 Juta Siswa dan Guru pada Tahun 2022

waktu baca 3 menit
Selasa, 5 Des 2023 20:29 0 200 Neli Krismawati

SIAPBELAJAR.COM – Laporan Tahunan Erasmus+ Edisi 2022 telah mengungkapkan bahwa Erasmus+, program Uni Eropa untuk Pendidikan, Pelatihan, Pemuda dan Olahraga di Eropa, memungkinkan mobilitas akademik lebih dari 1,2 juta pelajar, pembelajar, profesor, guru, pelatih dan pemuda selama setahun terakhir.

Data yang disajikan oleh Komisi Uni Eropa pada KTT Pendidikan Eropa ke-6 juga menunjukkan bahwa Erasmus+ mendukung 26.000 proyek sepanjang tahun serta memberikan manfaat kepada lebih dari 73.000 organisasi.

Dalam siaran persnya pada tanggal 30 November, Komisi Uni Eropa mengatakan bahwa program tersebut, yang dikenal memberikan peluang mobilitas, telah mengalami pertumbuhan yang berkelanjutan, dengan anggaran sebesar €26,2 miliar atau setara Rp438,7 triliun untuk periode 2021-2027. Anggaran tersebut hampir dua kali lipat dari yang tersedia pada periode sebelumnya (2014-2020).

Sumber Perubahan Positif

Pembuatan Website

Mengomentari hasil tersebut, Iliana Ivanova selaku Komisaris Inovasi, Penelitian, Kebudayaan, Pendidikan dan Pemuda, menyebut program Erasmus+ sebagai sumber perubahan positif yang berdampak besar pada masyarakat, organisasi dan kebijakan di Uni Eropa.

“Saya senang melihatnya tumbuh dan mencapai tujuannya, memberikan jutaan orang kesempatan untuk memperoleh dan mengasah keterampilan mereka di seluruh Eropa dan sekitarnya. Dengan mendorong kolaborasi dan penemuan, program ini membantu menjalin semangat yang dinamis yang ada di Eropa saat ini,” kata Ivanova.

Total Anggaran Erasmus dan Program yang Dijalankan

Erasmus beroperasi dengan total anggaran sebesar €4 miliar atau setara Rp66,9 triliun selama setahun terakhir. Anggaran tersebut meningkat 38% dari tahun 2021, sehingga lebih mudah diakses oleh organisasi kecil dan inklusif bagi individu yang kekurangan peluang.

Program tahun 2021-2027 akan lebih fokus pada inklusi sosial, transisi hijau dan digital serta mendorong partisipasi dalam kehidupan demokrasi. Berkat prioritasnya pada inklusi dan keberagaman, Erasmus+ memfasilitasi mobilitas bagi 134.000 individu dengan peluang yang lebih sedikit pada tahun lalu.

Pada saat yang sama, pada tahun 2022, Erasmus+ memberikan penekanan yang kuat pada dukungan terhadap lingkungan. Lebih dari 1.300 proyek kerja sama dengan anggaran keseluruhan sebesar €592 juta atau setara Rp9,9 triliun, mendukung kegiatan lingkungan dan perjuangan melawan perubahan iklim.

Selain itu, lebih dari 1.650 proyek kerja sama dengan anggaran sebesar €744 juta atau setara Rp12,4 triliun menangani transformasi digital dalam Pendidikan. Selain itu, hampir €340 juta atau setara Rp5,6 triliun dari anggaran tahun 2022 dialokasikan untuk mendanai 1.200 proyek kerja sama yang mendukung partisipasi demokratis.

Sejarah Program Erasmus

Program ini dibuat pada tahun 1987. Saat itu, program ini hanya memberikan kesempatan mobilitas belajar kepada 3.000 mahasiswa. Sejak didirikan, Erasmus telah memberikan kesempatan kepada sekitar 14 juta orang, membantu mereka pindah ke luar negeri untuk tujuan belajar atau bekerja, pelatihan dan menjadi sukarelawan.

Selama bertahun-tahun, program ini berkembang, memodernisasi dan menawarkan peluang bagi masyarakat di negara-negara baru. Pada tahun 2014 berubah nama menjadi Erasmus+ untuk mencakup seluruh bidang Pendidikan, Pemuda dan Olahraga.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA