TASIKMALAYA, SIAPBELAJAR.COM – Upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah terus dilakukan. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tasikmalaya bersama pemerintah daerah Priangan Timur akan menggelar Jayantara Priangan Timur 2025, sebuah ajang kolaboratif untuk menguatkan UMKM, memperluas digitalisasi, dan mengembangkan ekonomi syariah.
Kegiatan akbar ini mengusung tema “UMKM Unggul, Digital Tangguh, Ekonomi Syariah Tumbuh”, dan akan berlangsung di Alun-alun Dadaha, Kota Tasikmalaya, pada 20–24 Agustus 2025.
Pameran UMKM dan Edukasi Keuangan
Jayantara Priangan Timur 2025 menghadirkan 93 UMKM unggulan dari berbagai sektor, mulai dari kriya, kuliner, fashion, pertanian olahan hingga digital. Bukan sekadar pameran, acara ini juga menyuguhkan beragam kegiatan edukatif seperti business matching, sosialisasi literasi keuangan, showcase pariwisata, QRIS experience, hingga operasi pasar murah.
Selain itu, masyarakat dapat mengikuti lomba kreatif dan edukatif, mulai dari olimpiade ekonomi syariah, kompetisi konten eksyar, lomba daur ulang sampah, lomba infografis ekonomi hijau, hingga lomba memasak kreasi pangan lokal.
Hadirkan Tokoh dan Figur Publik
Sejumlah pejabat daerah akan hadir, termasuk Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin, Wakil Wali Kota Supriana, serta Kepala Perwakilan BI Tasikmalaya Laura Rulida Eka Sari Putri.
Acara juga dimeriahkan figur publik, seperti Ustaz Hilman Fauzi dalam tabligh akbar, Chef Yulita (Mama Lita MCI 5) dalam demo masak, serta hiburan dari penyanyi Restu Van Houten dan band lokal.
Dukungan Pemerintah dan BI
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadha, menegaskan Jayantara bukan hanya ajang promosi UMKM, tetapi juga wadah edukasi, literasi keuangan, dan ruang kolaborasi lintas sektor.
“Dengan adanya Jayantara, produk-produk UMKM Priangan Timur diharapkan tidak hanya dikenal di Indonesia, tetapi juga mampu menembus pasar ekspor. Untuk menumbuhkan ekonomi, kita harus bersatu. Semua stakeholder, pemerintah, BI, dan pelaku usaha perlu berkolaborasi,” jelas Viman.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Tasikmalaya, Laura Rulida E.S.P., menyebutkan kegiatan ini menggambarkan arah perjuangan bersama.
“UMKM merupakan pilar utama perekonomian nasional. Kontribusinya mencapai 57 persen terhadap PDB dan menyerap 97 persen tenaga kerja. Bahkan, UMKM memiliki potensi besar menembus pasar global. Sepanjang 2025, UMKM binaan BI berhasil mencatat ekspor senilai Rp1,4 triliun, bukti nyata produk UMKM Indonesia mampu bersaing di dunia internasional,” paparnya.
Ruang Kolaborasi, Inovasi, dan Pertumbuhan
Jayantara Priangan Timur 2025 tidak hanya menjadi ruang promosi, melainkan juga arena inovasi, kolaborasi, dan penguatan jati diri daerah. Melalui ajang ini, UMKM, sektor keuangan, dan pemerintah daerah saling terkoneksi dalam satu tujuan: membangun ekonomi yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.
Oleh: Udan Muhdiana
Tidak ada komentar