Harga Plastik Melonjak, Pedagang Menjerit—UMKM Tertekan, Solusi Mulai Dicari

waktu baca 2 menit
Senin, 6 Apr 2026 12:26 0 78 Asop Ahmad

SIAPBELAJAR.COM – Lonjakan harga plastik di pasaran kini mulai dirasakan langsung oleh pedagang kecil di berbagai daerah. Dede Hasan (45), pemilik warung di Kampung Pabrik, Desa Singasari, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, mengaku harga plastik bukan sekadar naik, tapi “pindah harga”.

Ia mencontohkan, gelas plastik cup yang sebelumnya dijual Rp8.000 per gros, kini justru menjadi harga beli. Kondisi ini memaksa sebagian pedagang mengurangi penggunaan plastik, bahkan ada yang tidak lagi menyediakan kemasan dan meminta pelanggan membawa wadah sendiri.

Kenaikan harga ini dipicu oleh meningkatnya harga bahan baku plastik di pasar global, yang terdampak konflik di Timur Tengah serta gangguan rantai pasok dunia. Peneliti Pusat Kajian Sosioekonomi Indonesia FEB Unair, Rumayya Batubara, menjelaskan bahwa plastik kini menjadi komponen penting yang sensitif terhadap inflasi, hampir setara dengan bahan bakar minyak (BBM).

Menurutnya, penggunaan plastik yang luas di berbagai sektor, terutama industri makanan dan minuman, membuat dampaknya sangat terasa. Bahkan, biaya kemasan dalam industri tersebut bisa mencapai hingga 50 persen dari total biaya produksi.

Pembuatan Website

Situasi diperparah oleh ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku plastik yang mencapai sekitar 60 persen. Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah turut meningkatkan beban biaya bagi pelaku usaha, khususnya UMKM.

Sebagai langkah jangka pendek, pelaku industri disarankan mencari alternatif sumber impor, seperti dari negara dengan basis produksi berbeda. Sementara dalam jangka panjang, kondisi ini menjadi momentum bagi Indonesia untuk mengembangkan kemandirian industri kemasan, termasuk pemanfaatan bahan alami menjadi bioplastik.

Untuk mengurangi dampak terhadap masyarakat, optimalisasi peran koperasi juga dinilai penting. Melalui skema pembelian kolektif, harga kemasan bisa ditekan dan lebih terjangkau, sekaligus mendorong pola konsumsi yang lebih hemat dan ramah lingkungan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar Terbaru

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
Pembuatan Website
LAINNYA