12 Emas dari Bandung! Kontingen Paralympic Tasikmalaya Cetak Prestasi di Tengah Keterbatasan

waktu baca 2 menit
Rabu, 10 Des 2025 10:43 0 130 Asop Ahmad

TASIKMALAYA – Kontingen National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Tasikmalaya menorehkan catatan gemilang dengan membawa pulang 25 medali dari Kejuaraan Daerah (Kejurda) NPCI Jawa Barat 2025 di Bandung, Selasa (9/12/2025). Prestasi ini diwarnai kejutan dari cabang non-andalan dan harapan besar akan perhatian lebih terhadap sarana latihan.

Rincian Prestasi dan Kejutan

Kontingen berhasil mengumpulkan12 medali emas, 9 perak, dan 4 perunggu. Seperti tahun-tahun sebelumnya, atletik menjadi penyumbang utama dengan 9 emas. Namun, kejutan datang dari dua cabang yang selama ini kurang diperhitungkan:

· Catur menyumbang 1 emas (Rafi Safyudin).
· Renang menyumbang 2 emas dari M. Zamzam Fauzan (gaya kupu-kupu) dan Mesya Sufi Maharani (gaya punggung).

Pembuatan Website

“Kami senang karena banyak atlet debutan di luar cabang andalan mulai menunjukkan hasil menggembirakan,” ujar Nana Rusmana, Bendahara NPCI Kota Tasikmalaya.

Target yang Terlewat dan Harapan ke Depan

Meski sukses,capaian ini masih di bawah target yang ditetapkan, yaitu 15 medali emas. Ketidakhadiran beberapa atlet di cabang tenis meja disebut menjadi penyebabnya.

Di balik prestasi, tantangan infrastruktur masih membayangi. Para atlet andalan atletik masih harus mengandalkan Stadion Atletik di Ciamis untuk latihan karena keterbatasan sarana di Tasikmalaya. NPCI berharap hal ini mendapat perhatian serius untuk menyongsong Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) Jabar 2026.

“Kami mengusung target tetap di posisi sepuluh besar pada Peparda 2026. Sarana dan prasarana harus menjadi perhatian bersama,” tegas Nana.

Apresiasi dan Panggilan untuk Dukungan

Kehadiran anggota DPRD dan Kadispora Kota Tasikmalaya selama kejuaraan memberikan suntikan motivasi.Enan Suherlan, salah satu pihak terkait, mengapresiasi kerja keras seluruh kontingen.

“Hasil ini diraih melalui kerja keras seluruh tim, dari atlet, pelatih, hingga pengurus,” ujarnya. Ia mendorong Pemerintah Kota agar memberikan perhatian lebih untuk menjaga marwah Tasikmalaya sebagai pemasok atlet berprestasi. Lebih dari sekadar prestasi, olahraga diharapkan dapat menjadi jembatan bagi penyandang disabilitas untuk hidup mandiri di masa depan.

Jurnalis: Udan Muhdiana

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar Terbaru

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
Pembuatan Website
LAINNYA