Viral Nyaris Putus Sekolah, Kisah Ikhsan Penjual Ayam Goreng Kini Kembali Raih Harapan lewat PIP

waktu baca 3 menit
Rabu, 13 Mei 2026 13:31 0 10 Asop Ahmad

Tangis perpisahan seorang siswa SMP di Sumedang sempat viral dan menyentuh hati publik. Muhammad Ikhsan Hambawi, remaja 14 tahun yang nyaris putus sekolah demi membantu ayah berjualan ayam goreng, kini kembali menata mimpi berkat bantuan Program Indonesia Pintar.

SIAPBELAJAR.COM – Sebuah video haru yang direkam pada 17 April 2026 di ruang kelas VIII SMPN 1 Tanjungsari, Sumedang, Jawa Barat, sempat mengguncang media sosial. Dalam video itu, seorang siswa bernama Muhammad Ikhsan Hambawi tampak berada di tengah pelukan teman-teman sekelasnya sambil berpamitan karena tidak dapat melanjutkan sekolah.

Di usia 14 tahun, Ikhsan harus menghadapi kenyataan pahit. Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, ia terpaksa membantu ayahnya mencari nafkah dengan berjualan ayam goreng di kawasan Alun-Alun Tanjungsari. Sepulang sekolah, waktunya lebih banyak dihabiskan untuk bekerja, sementara di benaknya tersimpan kekhawatiran besar apakah dirinya masih bisa melanjutkan pendidikan.

Video perpisahan tersebut diunggah oleh rekannya melalui akun TikTok dengan pesan sederhana namun menyentuh: seorang anak yang sebenarnya ingin terus belajar, tetapi keadaan memaksanya membantu keluarga. Unggahan itu cepat menyebar dan mendapat simpati luas dari masyarakat.

Pembuatan Website

Dalam unggahan tersebut, teman-teman Ikhsan juga memohon perhatian kepada Dedi Mulyadi dan Donny Ahmad Munir agar membantu kondisi ekonomi keluarga Ikhsan sehingga ia dapat kembali bersekolah.

Dari Viral di Media Sosial Menuju Bangku Sekolah

Respons cepat datang dari berbagai pihak. Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Sumedang, hingga Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bergerak menelusuri kondisi keluarga Ikhsan.

Hasil koordinasi bersama Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial Kabupaten Sumedang menunjukkan bahwa keluarga Ikhsan masuk dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) kategori Desil 2, sehingga dinilai layak menerima bantuan pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP).

Pada 6 Mei 2026, Ikhsan bersama 10 siswa lainnya dari jenjang SD, SMP, SMA, hingga SLB diundang mengikuti kegiatan “Sinergi Kemendikdasmen dan Kejaksaan RI dalam Pengawasan Program Indonesia Pintar di Satuan Pendidikan melalui Jaga Indonesia Pintar”.

Di momen itu, Ikhsan menerima bantuan pendidikan berupa kartu ATM dan buku rekening SimPel BRI. Benda yang bagi sebagian orang terlihat biasa, namun bagi Ikhsan menjadi simbol harapan baru untuk kembali duduk di bangku sekolah dan melanjutkan cita-citanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ikhsan juga bertemu langsung dengan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipul Hayat; Jaksa Agung Muda Intelijen, Reda Manthovani; Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi; serta Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad.

Kisah Ikhsan menjadi gambaran bahwa masih banyak anak Indonesia yang menghadapi ancaman putus sekolah akibat persoalan ekonomi keluarga. Program Indonesia Pintar hadir bukan hanya sebagai bantuan biaya pendidikan, tetapi juga menjadi upaya menjaga mimpi anak-anak agar tetap memiliki kesempatan meraih masa depan.

Kepala Puslapdik Kemendikdasmen, Adhika Ganendra, mengatakan pengalaman Ikhsan menjadi masukan penting bagi pemerintah untuk memperkuat mekanisme penyaluran bantuan pendidikan. Salah satu usulan yang tengah dikaji ialah melibatkan sekolah dalam proses pengusulan dan verifikasi calon penerima PIP karena sekolah dinilai paling memahami kondisi nyata peserta didiknya.

Menurut Adhika, sejak diluncurkan pada 2015 hingga 2025, Program Indonesia Pintar telah menunjukkan dampak positif terhadap peningkatan partisipasi pendidikan di Indonesia, tercermin dari meningkatnya angka partisipasi sekolah di berbagai jenjang pendidikan *

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar Terbaru

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
Pembuatan Website
LAINNYA