Semangat Berkobar di GOR Dadaha: Ribuan Guru Tasikmalaya Rayakan HUT PGRI ke-80 dengan Apel Akbar!

waktu baca 2 menit
Rabu, 26 Nov 2025 07:23 0 124 Asop Ahmad

TASIKMALAYA – Ribuan guru dan tenaga kependidikan se-Kota Tasikmalaya memadati GOR Dadaha pada Rabu, 25 November 2025, untuk mengikuti Apel Akbar dalam rangka memperingati HUT PGRI ke-80 dan Hari Guru Nasional (HGN). Acara ini menjadi puncak perayaan yang meriah dan khidmat, sekaligus menjadi momentum penting untuk merefleksikan peran guru dalam memajukan pendidikan di Indonesia.

Apel Akbar ini bukan hanya sekadar upacara, tetapi juga ajang untuk mempererat solidaritas dan kebersamaan antar guru dan tenaga kependidikan di Kota Tasikmalaya. Peringatan ini selaras dengan tema nasional yang menekankan pentingnya kualitas guru sebagai fondasi kemajuan bangsa, serta mengajak semua pihak untuk terus mendukung peningkatan profesionalisme guru.

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadha, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada para guru yang dianggapnya sebagai pejuang dan pahlawan pendidikan. “Guru itu digugu dan ditiru, artinya guru adalah sosok yang harus dihormati dan menjadi teladan bagi siswa dan masyarakat,” ujarnya.

Viman juga menyampaikan tiga pesan penting dari pemerintah kota untuk meningkatkan kesejahteraan dan profesionalisme guru di Tasikmalaya:

Pembuatan Website

1. Perlindungan melalui Kebijakan: Pemerintah akan melindungi guru melalui kebijakan yang berpihak, termasuk menjalankan Permendikbudristek Nomor 7 Tahun 2025 tentang kepala sekolah secara bertahap.

2. Kemudahan Administrasi: Pemerintah berkomitmen untuk mempermudah persyaratan dan prosedur administrasi terkait jenjang karir guru.

3. Penghargaan/Reward: Pemerintah akan memberikan penghargaan sebagai motivasi bagi guru.

“Kebahagiaan dan pemberdayaan kompetensi guru menjadi kunci utama. Karena untuk membentuk karakter anak didik yang unggul, guru harus memiliki kompetensi dan kesejahteraan yang memadai,” tambah Viman Alfarizi.

Ketua PGRI Kota Tasikmalaya, H. Cecep Susilawan S.Pd MM, mengapresiasi langkah cepat Walikota Tasikmalaya dalam memperhatikan kesejahteraan guru, terutama guru P3K dan tenaga teknis paruh waktu. Walikota telah mengirimkan surat kepada Kemendikbudristek dengan tembusan kepada DPR RI dan Mendagri, mengusulkan alternatif penggunaan dana BOS dan alokasi DAK non fisik untuk penggajian mereka.

“Saya mengapresiasi Pak Walikota yang termasuk salah satu pimpinan daerah yang aktif berinisiatif,” ungkap Cecep.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya menambahkan bahwa langkah ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain, mengingat kondisi fiskal APBD yang belum memadai untuk menanggung penggajian sepenuhnya.

Dengan semangat yang berkobar, ribuan guru di Kota Tasikmalaya siap terus memberikan yang terbaik untuk pendidikan Indonesia!

Jurnalis: Udan Muhdiana

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar Terbaru

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
Pembuatan Website
LAINNYA