Tasikmalaya – Menjelang purna bakti, Kepala SMP Negeri 12 Tasikmalaya, Ade Nuryadin, menyampaikan pesan menyentuh yang menjadi refleksi perjalanan pengabdiannya selama 11 tahun memimpin sekolah tersebut. Ia menegaskan bahwa pendidikan karakter harus tetap menjadi fondasi utama di tengah derasnya arus digitalisasi.
Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya berfokus pada capaian akademik. Lebih dari itu, sekolah memiliki tanggung jawab membentuk generasi yang jujur, tangguh, dan bertanggung jawab. Ia mendorong para siswa untuk terus berprestasi, kreatif, serta memiliki semangat membangun bangsa.
Ade Nuryadin juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan atas kolaborasi dan dedikasi yang telah mengantarkan sekolah meraih berbagai capaian. Ia menilai keberhasilan sekolah adalah hasil kerja bersama seluruh warga sekolah.
Di sisi lain, ia menyoroti tantangan pendidikan di era digital yang semakin kompleks. Pengaruh media sosial terhadap karakter anak dinilai sangat kuat, bahkan kerap melampaui pembinaan di lingkungan sekolah. Informasi negatif yang mudah diakses menjadi tantangan serius yang harus dihadapi dengan penguatan nilai dan pengawasan bersama.
Tak hanya itu, persoalan kekurangan guru juga menjadi perhatian. Ia memprediksi puncak kekurangan tenaga pendidik akan terjadi pada 2027, seiring banyaknya guru angkatan lama yang memasuki masa pensiun, sementara kebijakan pengangkatan belum sepenuhnya menjawab kebutuhan di lapangan.
Di akhir pesannya, ia mengingatkan para guru untuk tetap tawakal, berhati-hati dalam menjalankan tugas, mematuhi regulasi, serta menjaga marwah profesi agar tetap dihormati peserta didik dan masyarakat.
Pesan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh keluarga besar sekolah untuk terus berkontribusi positif bagi dunia pendidikan, masyarakat, dan negara.
Jurnalis: Udan Muhdiana
Tidak ada komentar