Di tengah rutinitas sekolah dan mengaji, seorang siswi SD dari pelosok Tasikmalaya membuktikan bahwa disiplin dan semangat belajar bisa mengantarkannya ke panggung prestasi yang lebih tinggi.
SIAPBELAJAR.COM – Hana Nurfadila (12), siswi kelas 5 SD Negeri Sukawangun, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, tengah menjadi sorotan di lingkungan sekolahnya. Prestasi gemilang yang diraihnya baru-baru ini membuat bangga guru, teman, hingga masyarakat sekitar.
Hana—yang akrab disapa—akan mewakili Kecamatan Karangnunggal dalam ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang IPS tingkat Kabupaten Tasikmalaya. Kompetisi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 7 Mei 2026.
Perjalanan Hana menuju tingkat kabupaten bukanlah hal instan. Pada Selasa, 14 April 2026, ia berhasil meraih juara 1 OSN IPS tingkat kecamatan, mengungguli 53 peserta lainnya.
“Bangga dan deg-degan,” ujar Hana singkat dengan senyum malu-malu saat ditanya perasaannya.
Wali kelasnya, Jatu Widiya Sari, S.Pd., mengungkapkan bahwa potensi akademik Hana memang sudah terlihat sejak lama. “Hana memiliki kemampuan yang sangat menonjol, khususnya di bidang akademik,” jelasnya.
Tak hanya itu, rekam jejak prestasi Hana juga cukup panjang. Ia pernah meraih juara 3 lomba cerita bergambar FLS2N tingkat kecamatan tahun 2025, juara 4 Pentas PAI 2025, serta juara 6 lomba serupa di FLS3N tahun 2026. Kini, prestasi terbarunya sebagai juara 1 OSN IPS menjadi langkah penting menuju level yang lebih tinggi.
Sebagai bentuk persiapan, Hana dijadwalkan berangkat ke lokasi lomba pada Rabu sore dan menginap dengan pendampingan guru. Keputusan ini diambil untuk menjaga kondisi fisik dan mentalnya. “Perjalanan dari sekolah ke lokasi lomba bisa memakan waktu sekitar dua jam, jadi kami ingin memastikan Hana tetap bugar saat hari H,” tambah Jatu.
SDN Sukawangun sendiri memiliki tradisi prestasi yang membanggakan. Ini merupakan kali keempat sekolah tersebut mengirimkan perwakilan ke tingkat kabupaten. Bahkan pada tahun 2023, salah satu siswanya pernah mewakili Kabupaten Tasikmalaya ke tingkat provinsi dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI).
“Harapannya, Hana bisa memberikan yang terbaik dan mengharumkan nama sekolah, bahkan hingga ke tingkat yang lebih tinggi,” ungkap Jatu penuh harap.
Di mata teman-temannya, Hana dikenal sebagai sosok yang disiplin dan menginspirasi. Allika Juliana, teman sekelasnya, menyebut Hana sebagai teladan. Selain berprestasi di sekolah formal, Hana juga aktif dan sering meraih juara di sekolah diniyah dan kegiatan pengajian.
Keseharian Hana diisi dengan aktivitas yang terjadwal rapi. Sepulang sekolah, ia mengikuti sekolah diniyah dari pukul 14.00 hingga 15.00, kemudian melanjutkan mengaji pada pukul 17.30 hingga 19.30.
“Di rumah, saya selalu didampingi dan diarahkan oleh mamah, kapan harus belajar, bermain, dan istirahat,” tutur Hana.
Kisah Hana menjadi bukti bahwa lingkungan yang mendukung, kedisiplinan, dan kerja keras sejak dini mampu melahirkan generasi berprestasi. Dari sebuah desa di Tasikmalaya, langkah kecil Hana kini menuju panggung yang lebih besar—membawa harapan dan kebanggaan bagi banyak orang.
Tidak ada komentar