Tantangan Ekstrem Sirkuit Hidzie, Diva Zahra Berjuang Habis-Habisan Demi Podium Terakhir di Kejurnas Sprint Rally 2025

waktu baca 2 menit
Sabtu, 8 Nov 2025 17:30 0 181 Asop Ahmad

SUKABUMI – Gelaran puncak Kejurnas Sprint Rally 2025 siap memacu adrenalin di Sirkuit Hidzie, Cikembar, Sukabumi, pada 7-9 November 2025. Ajang pamungkas yang menjadi penentu klasemen akhir ini menjanjikan aksi balap yang menegangkan, terutama bagi pebalap wanita andalan, Diva Zahra, yang siap bertarung di lintasan yang dikenal sebagai salah satu yang paling teknis dan berbahaya di Indonesia.

Sirkuit Hidzie, yang terletak 145 kilometer dari Jakarta, bukanlah lintasan biasa. Diapit perbukitan, trek sepanjang 6 kilometer ini menawarkan serangkaian tanjakan dan turunan curam dengan puncak (crest) yang menyembunyikan tikungan-tikungan tajam beruntun. Karakteristik ini membuat visibilitas driver sangat terbatas dan mengandalkan keakuratan mutlak dari navigator.

Rifat Sungkar, mentor Diva Zahra, membenarkan tingkat kesulitan sirkuit ini. “Hidzie adalah sirkuit teknis yang menuntut presisi tinggi. Kesalahan membaca pace note sedetik saja, atau ketidaksinkronan antara driver dan navigator, konsekuensinya bisa fatal. Kami pernah nyaris terguling di sini karena sebuah kesalahan kecil,” ungkap Rifat, mengingatkan betapa sirkuit ini pernah menjadi ajang pembelajaran keras bagi Diva.

Menghadapi medan yang menguras tenaga dan konsentrasi ini, Diva Zahra tampil penuh keyakinan. Didukung penuh oleh sponsor utama Pertamax Turbo, Fastron, dan Telkosmel, serta co-sponsor Digiroad, Enervon Active, Tekiro, dan Autovision, ia mengaku telah mempersiapkan diri secara ekstra.

Pembuatan Website

“Pengalaman nyaris terbalik di sirkuit ini menjadi pelajaran berharga. Sekarang, konsentrasi mutlak dan kepercayaan penuh pada navigator, Kak Eca, adalah kunci utama,” tegas Diva.

Persiapannya pun lebih intens. Diva dan navigatornya, Reza “Eca”, menghabiskan waktu lebih banyak untuk menyempurnakan pace note, mendiskusikan detail setiap tikungan, dan menyelaraskan setiap komando. “Kami harus sempurna. Jika ada salah sebut atau salah dengar, dampaknya bisa besar. Tidak ada ruang untuk kecerobohan,” paparnya.

Targetnya jelas: naik podium di Kelas Wanita. Meski posisinya saat ini terlihat aman untuk merebut gelar Runner-up, Diva tidak ingin berpuas diri. “Ini putaran terakhir, kesempatan terakhir. Saya tidak akan bermain-main. Semua kemampuan akan saya kerahkan untuk memastikan target ini terwujud tanpa terhalang kesalahan sepele,” pungkas Diva dengan semangat baja, siap menaklukkan tantangan ekstrem Sirkuit Hidzie.

Oleh: Udan Muhdiana

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar Terbaru

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
Pembuatan Website
LAINNYA