Sale Pisang 211, Camilan Khas Tasikmalaya yang Tetap Alami

waktu baca 2 menit
Minggu, 16 Agu 2026 08:55 0 128 Asop Ahmad

Dijemur langsung di bawah sinar matahari, Sale Pisang 211 mempertahankan cita rasa alami dan terus memperluas pasar

SIAPBELAJAR.COM — Di tengah banyaknya pilihan camilan modern, Sale Pisang 211 tetap mempertahankan eksistensinya sebagai salah satu produk unggulan UMKM binaan Bank Indonesia Tasikmalaya.

Usaha milik Hj. Rini Sundari ini telah berjalan lebih dari lima tahun. Outletnya berada di Jalan HZ. Mustofa, Kota Tasikmalaya, sementara proses produksi dilakukan di kawasan KHZ. Mustofa Nomor 211.

Keistimewaan Sale Pisang 211 terletak pada bahan baku dan proses pengolahannya. Produk ini menggunakan pisang ambon pilihan tanpa tambahan perasa buatan.

Pembuatan Website

“Pisangnya cuma satu jenis yang dipilih khusus, yaitu pisang ambon pilihan. Kami gunakan pisang ambon asli,” ujar Ifah Sarifah, bagian pemasaran Sale Pisang 211.

Dijemur dengan Sinar Matahari

Berbeda dengan produk yang menggunakan mesin pengering, Sale Pisang 211 masih mempertahankan proses tradisional. Pisang dijemur langsung di bawah sinar matahari hingga mencapai tingkat kekeringan yang diinginkan.

“Masih dikerjakan secara manual, dijemur matahari sampai kering sempurna, tidak pakai alat pengering. Jadi benar-benar asli dan alami,” kata Ifah.

Untuk memenuhi kebutuhan konsumen, Sale Pisang 211 tersedia dalam beberapa pilihan kemasan, mulai dari kantong 200 gram seharga Rp22.000, toples 250 gram Rp27.000, hingga toples besar 400 gram seharga Rp47.000. Tersedia pula varian Roma Sale Pisang.

Tak berhenti pada sale pisang, UMKM ini juga melakukan inovasi dengan menghadirkan produk baru berupa Keripik Jengkol yang dibanderol Rp20.000 per kemasan.

Dari sisi pemasaran, produk saat ini masih fokus menyasar konsumen lokal Tasikmalaya. Sale Pisang 211 turut mengikuti berbagai pameran UMKM binaan Bank Indonesia dan tersedia di Toko Oleh-oleh Lemona Simpang Lima Tasikmalaya.

Penjualan langsung masih menjadi andalan, dengan omzet bulanan sekitar Rp8 juta. Sementara pemasaran melalui media sosial dan penjualan daring masih terus dikembangkan.

Ke depan, pengelola berharap dukungan berbagai pihak dapat membantu memperluas pemasaran secara digital sehingga Sale Pisang 211 mampu menjangkau konsumen di luar Tasikmalaya dan semakin dikenal sebagai salah satu camilan khas daerah.

Jurnalis: Udan Muhdiana

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar Terbaru

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
Pembuatan Website
LAINNYA