OJK Bekali Mahasiswa Baru Unpad Soal Keuangan

waktu baca 3 menit
Selasa, 11 Agu 2026 07:28 0 131 Asop Ahmad

Memasuki dunia perkuliahan berarti mulai belajar mandiri, termasuk dalam mengatur keuangan. OJK Tasikmalaya membekali mahasiswa baru Universitas Padjadjaran agar cerdas mengelola uang sekaligus waspada terhadap pinjol ilegal, investasi ilegal, penipuan digital, dan judi online.

SIAPBELAJAR.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda. Salah satunya melalui edukasi kepada ratusan mahasiswa baru Universitas Padjadjaran (Unpad) dalam rangkaian Pengenalan Mahasiswa Baru (PAMUKA) Tahun Akademik 2026/2027.

Kegiatan yang berlangsung di Aula 1 Gedung PPBS B Universitas Padjadjaran, Kamis (6/8/2026), menjadi bagian dari pembekalan mahasiswa sebelum menjalani kehidupan perkuliahan. Materi yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan keuangan, tetapi juga hak dan kewajiban sebagai konsumen jasa keuangan.

Asisten Manajer OJK Tasikmalaya, Andriani Alfiah, mengatakan mahasiswa merupakan kelompok yang memiliki potensi besar sebagai agen perubahan. Namun, di sisi lain, generasi muda juga perlu meningkatkan kewaspadaan karena berbagai modus kejahatan keuangan semakin berkembang dan menyasar kalangan mahasiswa.

Pembuatan Website

Menurutnya, memasuki masa kuliah merupakan tahap awal bagi banyak mahasiswa untuk belajar mandiri secara finansial. Karena itu, kebiasaan mengelola keuangan dengan bijak perlu dibangun sejak dini.

OJK mengingatkan mahasiswa untuk selalu menerapkan prinsip 2L, yakni Legal dan Logis, sebelum menggunakan produk atau layanan keuangan. Artinya, masyarakat perlu memastikan legalitas penyedia layanan sekaligus mempertimbangkan apakah tawaran tersebut masuk akal dan sesuai dengan kebutuhan.

Waspada Paylater dan Pinjol Ilegal

Dalam edukasi tersebut, mahasiswa juga diingatkan agar tidak menggunakan fasilitas paylater secara berlebihan. Layanan pembiayaan sebaiknya digunakan berdasarkan kebutuhan dan kemampuan membayar, bukan sekadar mengikuti tren atau gaya hidup akibat Fear of Missing Out (FOMO).

Penggunaan layanan keuangan tanpa perhitungan dapat menimbulkan beban pembayaran yang mengganggu kondisi finansial di masa depan. Karena itu, mahasiswa diminta memahami biaya, kewajiban pembayaran, serta risiko sebelum menggunakan fasilitas pembiayaan.

Kepala Kantor Pengelolaan Pendidikan Jarak Jauh Universitas Padjadjaran sekaligus Penanggung Jawab PAMUKA 2026, Mira Trisyani Koeryaman, menyambut baik edukasi tersebut.

Menurutnya, literasi keuangan menjadi materi penting bagi mahasiswa baru di tengah meningkatnya berbagai modus kejahatan keuangan yang menyasar generasi muda.

PAMUKA 2026 juga melibatkan sejumlah instansi eksternal untuk memberikan pembekalan terkait literasi keuangan, keamanan kampus, dan perlindungan kesehatan bagi mahasiswa baru.

Melalui kegiatan ini, OJK berharap mahasiswa Unpad tidak hanya memiliki kecerdasan akademik, tetapi juga kecerdasan finansial. Pengetahuan tersebut diharapkan menjadi bekal dalam mengelola keuangan selama kuliah hingga memasuki dunia kerja.

Mahasiswa juga diharapkan mampu menjadi agen perubahan dengan menyebarkan informasi yang benar mengenai produk dan layanan jasa keuangan kepada keluarga serta masyarakat, sekaligus ikut mencegah semakin meluasnya aktivitas keuangan ilegal.

Jurnalis: Udan Muhdiana

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar Terbaru

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
Pembuatan Website
LAINNYA