TASIKMALAYA – Pasanggiri Jaipong Piala Wali Kota Tasikmalaya 2026 resmi dibuka Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra Negara, di GOR Sukapura Dadaha, Sabtu 7 Februari 2026. Ajang seni tradisional ini diikuti lebih dari 600 penari dengan 374 nomor peserta dari berbagai daerah di Jawa Barat hingga luar provinsi.
Kegiatan berlangsung dalam dua tahap, yakni 7–8 dan 14–15 Februari 2026. Lomba mempertandingkan kategori tunggal, pasangan, dan rampak, dengan pembagian usia mulai dari tingkat TK, SD, SMP, SMA hingga umum. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa jaipong masih menjadi kebanggaan sekaligus ruang ekspresi generasi muda.
Dalam sambutannya, Diky Candra menegaskan pentingnya regenerasi untuk menjaga keberlanjutan budaya Sunda. Menurutnya, jaipong bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi identitas daerah yang harus dirawat dan dikembangkan agar tetap relevan di tengah arus modernisasi.
Kegiatan ini digagas Komunitas Budaya Jawa Barat Dera Kinarya bersama Wira Pawitra dan Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tasikmalaya. Ketua panitia Osah Naris Haryadi menyebut, ajang ini membuktikan Tasikmalaya mampu menjadi tuan rumah event budaya berskala besar.
Selain berdampak pada pelestarian budaya, pasanggiri juga menggerakkan ekonomi lokal. Kunjungan peserta dan pendamping dari luar daerah mendorong okupansi hotel, peningkatan penjualan kuliner, serta menggeliatkan sektor busana, rias, dan aksesori penari.
Kabid Kebudayaan Disporabudpar Kota Tasikmalaya, Agus Fauzi, menambahkan bahwa jaipong telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional sejak 2014. Melalui ajang ini, diharapkan kecintaan terhadap seni tradisional terus tumbuh di kalangan generasi muda sekaligus memperkuat posisi Tasikmalaya sebagai kota yang konsisten merawat budaya Sunda.
Jurnalis Udan Muhdiana
Tidak ada komentar