Tasikmalaya – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya memperkuat peran media massa sebagai mitra strategis untuk mendorong literasi dan inklusi keuangan di wilayah Priangan Timur. Kolaborasi ini diwujudkan melalui “Sekolah Pasar Modal Bersama Media” dengan tema “Mempersiapkan Diri dengan Literasi Keuangan dan Investasi”.
Menurut Dendy Juandi, Kepala Bagian PEPK dan LMS OJK Tasikmalaya, peningkatan literasi keuangan adalah kunci menciptakan masyarakat yang cerdas dan mandiri secara finansial. Ia menekankan pentingnya edukasi di tengah maraknya tawaran investasi dan pinjaman online ilegal.
“Kami ingin masyarakat mampu membedakan produk keuangan yang legal dan berisiko. Peran media sangat vital untuk menyampaikan pesan ini secara lebih luas dan mudah dipahami,” tegas Dendy.
Dia berharap para peserta, khususnya insan media, tidak hanya tercerahkan secara finansial tetapi juga tergerak menjadi duta literasi keuangan di lingkungannya.
Potensi pasar modal di Priangan Timur dinilai signifikan. Hingga Agustus 2025, jumlah Single Investor Identification (SID) di wilayah ini telah mencapai 452.803, atau menyumbang 13,41% dari total SID di Jawa Barat. Angka ini mencerminkan potensi pertumbuhan investor cerdas yang masih besar.
Kegiatan yang diikuti 50 jurnalis dari berbagai media ini menghadirkan narasumber dari BEI Jawa Barat dan KIWOOM Sekuritas Indonesia. Sehari sebelumnya, OJK juga menggelar edukasi serupa bagi 120 pelaku UMKM, ASN, dan CPNS di Kota Tasikmalaya.
Komitmen OJK untuk terus bersinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk media, diharapkan dapat memperkuat pemahaman dan kepercayaan masyarakat terhadap sektor jasa keuangan yang sehat dan berintegritas.
(Udan Muhdiana)
Tidak ada komentar