SIAPBELAJAR.COM — Upaya menjaga tradisi keilmuan Islam terus digelorakan oleh Forum Musyawarah Santri Tasikmalaya (FORMASI). Melalui kegiatan rutin halaqah Fathul dan Bahtsul Masail, para santri dilatih berpikir kritis sekaligus mendalami khazanah kitab kuning secara kontekstual.
Kegiatan terbaru digelar pada Kamis, 16 April 2026, bertempat di Pondok Pesantren Al Hikmah Mangkubumi. Forum ini merupakan agenda berkala yang diadakan setiap dua pekan sekali.
Pada edisi kali ini, pembahasan difokuskan pada bab salat serta persoalan sosial keagamaan, khususnya terkait penyandingan pria dan wanita dalam proses menuju pernikahan sebelum akad. Diskusi berlangsung dinamis, para peserta aktif menyampaikan pandangan, argumentasi, serta memperkuatnya dengan rujukan dari berbagai literatur fiqih klasik.
Ketua FORMASI, Faisal Fauzi, menjelaskan bahwa forum ini tidak sekadar ruang diskusi, tetapi juga sarana pembinaan intelektual santri.
“Melalui Bahtsul Masail, santri dilatih berdialektika, mengasah kemampuan menyampaikan pendapat, sekaligus memperdalam pemahaman terhadap kitab kuning,” ujarnya.
Lebih dari itu, kegiatan ini bertujuan membentuk pola pikir santri agar mampu membaca fenomena sosial dengan pendekatan keilmuan. Dengan demikian, santri diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dan solusi bagi masyarakat.
Apresiasi juga datang dari kalangan pesantren. Salah satu dewan kyai Al Hikmah, Zaki, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan semakin luas manfaatnya.
“Ini tradisi yang harus dijaga. Bahtsul Masail bukan hanya diskusi, tapi juga warisan keilmuan ulama salaf yang perlu terus dibumikan,” tuturnya.
Dengan konsistensi ini, FORMASI menegaskan komitmennya untuk merawat tradisi intelektual pesantren sekaligus menjawab tantangan zaman melalui pendekatan ilmiah yang mendalam namun tetap relevan dengan realitas sosial.
Oleh: Silmi Elkafa
Tidak ada komentar