Program MBG bukan hanya mengisi gizi anak, tetapi juga membuka pasar baru bagi petani lokal Panumbangan.
SIAPBELAJAR.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai memberikan dampak ekonomi bagi petani lokal di Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis. Melalui kerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dewi Maya, hasil pertanian warga kini memiliki pasar yang lebih jelas.
Petani tidak lagi sepenuhnya bergantung pada jalur pemasaran tradisional. Berbagai komoditas sayuran yang mereka hasilkan diserap untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan dapur SPPG.
Pengurus Kelompok Tani Karya Mukti 1 Dusun Cimuncang, Desa Jayagiri, Joni Wiguna, mengatakan kerja sama tersebut sangat membantu petani karena hasil produksi dapat terserap dengan harga yang dinilai lebih menguntungkan.
“Alhamdulillah, hasil produksi kami diterima dengan harga bagus. Jadi tidak perlu repot lagi mencari pasar,” ujar Joni, Minggu (9/8/2026).
Komoditas seperti timun dipasok secara rutin setiap dua hari sekali, sedangkan sayuran lainnya dikirim sesuai kebutuhan dapur. Dalam satu kali pemesanan, SPPG Dewi Maya dapat menyerap sekitar 100 kilogram sayuran.
Petani Lokal Jadi Pemasok Utama
Kepala SPPG Dewi Maya Panumbangan, Femy Filia Irfany, S.H., mengatakan pihaknya berkomitmen memprioritaskan produk pertanian masyarakat sekitar.
“Kami selalu mengutamakan hasil produk masyarakat sekitar, terutama sayuran. Tujuannya agar keberadaan dapur ini berdampak nyata pada peningkatan kesejahteraan petani lokal,” katanya.
Dampak ekonomi juga dirasakan pedagang bahan pangan. Hj. Evi mengaku permintaan dari dapur SPPG turut meningkatkan omzet usahanya. Menurutnya, standar kualitas dan jumlah bahan yang dibutuhkan justru menjadi peluang bagi petani untuk meningkatkan produksi.
Selain menyerap hasil pertanian, SPPG Dewi Maya juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Sebanyak 47 warga diberdayakan sebagai relawan di dapur tersebut.
Sejak beroperasi pada awal pelaksanaan program MBG, SPPG Dewi Maya telah melayani lebih dari 2.100 penerima manfaat.
Kolaborasi antara SPPG dan petani lokal ini menunjukkan bahwa program MBG tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi anak, tetapi juga berpotensi menggerakkan perekonomian masyarakat melalui penyerapan produk pangan lokal.
Jurnalis: Udan Muhdiana
Tidak ada komentar