OJK Tasikmalaya Perkuat Budaya Menabung Pelajar

waktu baca 2 menit
Jumat, 28 Agu 2026 14:52 0 53 Asop Ahmad

Bukan sekadar menabung, pelajar Tasikmalaya kini didorong menjadi generasi yang cerdas mengelola keuangan dan siap menghadapi masa depan.

SIAPBELAJAR.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Priangan Timur dan berbagai pemangku kepentingan terus mendorong budaya menabung serta meningkatkan literasi keuangan sejak usia sekolah.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 yang digelar di Kantor OJK Tasikmalaya, Rabu (26/8). Kegiatan mengusung tema “Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan.”

Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati mengatakan, kebiasaan menabung perlu ditanamkan sejak dini karena tidak hanya berkaitan dengan menyimpan uang, tetapi juga membentuk karakter dan kemampuan mengatur keuangan.

Pembuatan Website

“Menabung adalah latihan membangun karakter. Anak belajar menunda keinginan, menentukan prioritas, merencanakan masa depan, dan menghargai proses,” ujar Nofa.

Duta Literasi Keuangan

Dalam kegiatan tersebut, OJK Tasikmalaya mengukuhkan 18 pelajar SMA/SMK/MA sebagai Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia (OJK PEDULI) Segmentasi Prioritas Pelajar.

Para duta diharapkan menjadi teladan di sekolah sekaligus mengajak teman sebaya untuk membiasakan menabung, menggunakan layanan keuangan secara bijak, dan menghindari berbagai risiko keuangan.

Selain itu, OJK melepas mobil SIMOLEK (Sarana Informasi Mobil Literasi dan Edukasi Keuangan) bersama sembilan mobil edukasi atau kas keliling perbankan. Armada tersebut akan mendatangi sekolah binaan untuk memberikan edukasi sekaligus mendekatkan akses layanan keuangan kepada pelajar.

Sebanyak 29 industri jasa keuangan di Priangan Timur juga turut menggelar edukasi serentak di 44 sekolah dengan sasaran lebih dari 4.000 siswa tingkat SD hingga SMA.

Kolaborasi tersebut menunjukkan hasil positif. Sepanjang Juni 2025 hingga Agustus 2026, industri jasa keuangan di Priangan Timur telah menggelar 438 kegiatan edukasi yang menjangkau sekitar 44 ribu pelajar.

Dalam periode yang sama, sekitar 29 ribu rekening tabungan pelajar/anak telah dibuka dengan total nominal tabungan mencapai Rp5,5 miliar.

Ketua FKIJK Priangan Timur, Fina Petrina Ahmad, menegaskan bahwa peningkatan literasi dan inklusi keuangan merupakan tanggung jawab bersama.

“Kami ingin kehadiran industri jasa keuangan memberikan manfaat nyata, tidak hanya membuka akses layanan keuangan, tetapi juga membangun pemahaman dan kebiasaan keuangan yang sehat sejak usia sekolah,” ujarnya.

Melalui kegiatan HIM dan BLK 2026, OJK Tasikmalaya berharap budaya menabung tidak berhenti sebagai kampanye, tetapi menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan generasi muda.

Jurnalis: Udan Muhdiana

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar Terbaru

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
Pembuatan Website
LAINNYA