OJK Tasikmalaya Ajak Media Perkuat Literasi Keuangan, Priangan Timur Darurat Pinjol Ilegal

waktu baca 3 menit
Jumat, 22 Mei 2026 09:33 0 30 Asop Ahmad

Maraknya pinjaman online ilegal dan investasi bodong membuat Priangan Timur masuk kategori darurat literasi keuangan. OJK Tasikmalaya pun menggandeng media, komunitas hingga Mojang Jajaka untuk melindungi masyarakat dari jerat penipuan finansial

SIAPBELAJAR.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya mengajak insan media di wilayah Priangan Timur untuk bersama-sama meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan jumpa pers yang dikemas santai melalui acara family gathering di Kota Tasikmalaya, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati beserta jajaran, serta Kepala OJK Purwokerto Dinavia Tri Riandari. Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai diskusi yang membahas berbagai persoalan keuangan yang kini banyak meresahkan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Nofa Hermawati menegaskan bahwa wilayah Priangan Timur saat ini berada dalam kondisi darurat akibat maraknya praktik pinjaman online (pinjol) ilegal dan investasi bodong. Tingginya jumlah laporan masyarakat yang menjadi korban penipuan keuangan menjadi perhatian serius OJK.

Pembuatan Website

“Banyak laporan masuk ke kami. Modusnya beragam, mulai dari pinjol ilegal dengan bunga mencekik hingga investasi bodong yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat,” ujar Nofa.

Menurutnya, rendahnya tingkat literasi keuangan masih menjadi penyebab utama masyarakat mudah terjebak tawaran investasi yang tidak jelas legalitasnya. Banyak warga lebih tergiur iming-iming keuntungan besar dibanding memastikan lembaga keuangan tersebut terdaftar dan diawasi OJK.

“Masih banyak masyarakat yang mudah percaya pada tawaran investasi tanpa mengecek legalitasnya terlebih dahulu,” katanya.

Gandeng Media, TNI hingga Mojang Jajaka

Sebagai langkah pencegahan, OJK Tasikmalaya terus menggencarkan edukasi keuangan dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari insan media, komunitas, hingga unsur TNI melalui Kodim setempat. Edukasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang cara mengelola dan menyimpan uang secara aman di lembaga resmi.

Tak hanya itu, OJK Tasikmalaya juga melibatkan Mojang Jajaka sebagai Duta Sadar Literasi Keuangan. Para duta muda ini diharapkan mampu menjadi penyambung pesan edukasi keuangan kepada generasi muda, terutama melalui media sosial.

“Anak muda sangat dekat dengan media sosial. Kami ingin pesan tentang pentingnya menabung, mengenali pinjol ilegal, dan mewaspadai investasi bodong bisa tersampaikan lebih luas,” jelas Nofa.

Dalam forum tersebut, OJK kembali mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap ciri-ciri pinjol ilegal dan investasi bodong. Di antaranya tidak terdaftar di OJK, menawarkan bunga tidak wajar, proses pencairan dana terlalu mudah, meminta akses seluruh data ponsel, hingga menjanjikan keuntungan besar tanpa risiko.

OJK berharap kolaborasi bersama media, komunitas, dan generasi muda dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi keuangan. Dengan begitu, warga diharapkan lebih kritis sebelum menempatkan dana dan tidak mudah menjadi korban praktik ilegal seperti pinjol, judi online, maupun investasi bodong.

Jurnalis: Udan Muhdiana

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar Terbaru

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
Pembuatan Website
LAINNYA