Bukan hanya belajar disiplin dan mandiri, anggota Pramuka Tasikmalaya juga dibekali kemampuan mengelola uang dan mengenali bahaya keuangan ilegal.
SIAPBELAJAR.COM — Sebanyak 91 anggota Pramuka dari SMPN 2 Tasikmalaya dan SMPN 1 Tasikmalaya mendapat pembekalan literasi keuangan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya bersama Bank bjb Tasikmalaya.
Kegiatan yang berlangsung pada 13 dan 14 Agustus 2026 tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Pramuka sekaligus mendorong generasi muda agar memiliki kecerdasan finansial sejak usia sekolah.
Tim Edukasi OJK Tasikmalaya, Nur Izmi dan Fyrda Farida, menyampaikan materi mengenai pengelolaan keuangan dan kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal secara interaktif dan dekat dengan kehidupan pelajar.
Para peserta diajak memahami cara membedakan kebutuhan dan keinginan, membuat anggaran sederhana, serta membiasakan diri menabung. Kebiasaan tersebut dinilai sejalan dengan nilai kepramukaan yang menekankan kedisiplinan, kemandirian, dan tanggung jawab.
Tingkatkan Kewaspadaan
OJK juga mengingatkan pelajar agar tidak mudah terbawa tren atau tekanan lingkungan yang dapat mendorong perilaku konsumtif, termasuk FOMO, FOPO, dan YOLO.
Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai perbedaan layanan pinjaman daring legal dan ilegal. Pelajar diminta selalu memastikan legalitas layanan keuangan serta menjaga data pribadi agar tidak disalahgunakan.
Edukasi juga mencakup bahaya judi online, termasuk modus yang dikemas menyerupai permainan atau game. Para pelajar diajak mengenali berbagai indikasi aktivitas tersebut agar tidak mudah tergoda.
Nur Izmi mengatakan kebiasaan mengelola keuangan sebaiknya dibangun sejak usia sekolah.
“Sejak usia sekolah, penting bagi pelajar untuk bisa membedakan kebutuhan dan keinginan, membuat anggaran, serta menyisihkan uang untuk ditabung,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, OJK Tasikmalaya berharap anggota Pramuka tidak hanya memiliki karakter positif, tetapi juga mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak.
Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dibagikan kepada teman, keluarga, serta lingkungan sekitar, sehingga semakin banyak generasi muda yang cerdas mengelola keuangan dan waspada terhadap aktivitas keuangan ilegal.
Jurnalis: Udan Muhdiana
Tidak ada komentar