OJK dan Pemkot Luncurkan Tasikmalaya CAANG

waktu baca 3 menit
Senin, 13 Jul 2026 21:35 0 26 Asop Ahmad

Lebih dari 58 ribu warga telah mendapat edukasi keuangan. Kini, OJK dan Pemkot Tasikmalaya menyiapkan ribuan agen literasi untuk menjangkau masyarakat lebih luas agar semakin cerdas mengelola keuangan dan terhindar dari jebakan investasi ilegal

SIAPBELAJAR.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya bersama Pemerintah Kota Tasikmalaya resmi meluncurkan Program Tasikmalaya CAANG (CerdAs keuANGan), sebuah gerakan edukasi yang bertujuan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat di tengah pesatnya perkembangan layanan keuangan digital.

Program ini menjadi salah satu langkah strategis untuk membangun masyarakat yang semakin memahami pengelolaan keuangan, mampu memanfaatkan produk jasa keuangan secara tepat, serta terlindungi dari berbagai risiko keuangan, termasuk investasi dan pinjaman ilegal.

Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati, menjelaskan bahwa Tasikmalaya CAANG tidak hanya berfokus pada kegiatan sosialisasi semata, tetapi dirancang sebagai gerakan bersama yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Pembuatan Website

“Program ini diharapkan mampu melahirkan agen-agen literasi keuangan yang dapat menyebarkan pemahaman keuangan kepada keluarga, lingkungan, dan komunitasnya masing-masing sehingga manfaatnya terus berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya.

Menjangkau Berbagai Lapisan Masyarakat

Pelaksanaan Tasikmalaya CAANG melibatkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari Pemerintah Kota Tasikmalaya, Kementerian Agama, Dinas Pendidikan, TNI, perguruan tinggi, sekolah, pelaku usaha jasa keuangan, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, hingga media massa.

Sasaran program ini juga sangat beragam, mencakup pelajar, mahasiswa, tenaga pendidik, penyuluh agama, Babinsa, anggota Kodim, Karang Taruna, pelaku UMKM, aparatur pemerintah, serta masyarakat umum.

Pendekatan yang digunakan adalah multiplier effect atau efek berantai, yakni membentuk individu-individu yang memiliki pemahaman keuangan baik untuk kemudian menjadi agen edukasi di lingkungannya. Dengan cara ini, penyebaran informasi keuangan diharapkan dapat berlangsung lebih luas, cepat, dan berkesinambungan.

Hingga Semester I tahun 2026, program tersebut telah menjangkau lebih dari 58 ribu peserta melalui kegiatan edukasi keuangan secara langsung. Selain itu, sejumlah agen literasi keuangan juga telah dibentuk dari berbagai kalangan, seperti penyuluh agama, Babinsa, Karang Taruna, tenaga pendidik, hingga mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Literasi Keuangan.

Melalui jaringan agen tersebut, OJK memperkirakan edukasi keuangan dapat menjangkau lebih dari 98 ribu masyarakat di Kota Tasikmalaya. Angka tersebut belum termasuk penyebaran informasi melalui media digital, videotron milik pemerintah daerah, maupun berbagai saluran komunikasi yang dimanfaatkan para agen literasi.

Meningkatnya penggunaan layanan keuangan berbasis digital membuat edukasi keuangan menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat. Pemahaman yang baik mengenai manfaat, risiko, hak, dan kewajiban dalam menggunakan produk keuangan akan membantu masyarakat mengambil keputusan yang lebih bijak serta menghindari berbagai bentuk penipuan dan aktivitas keuangan ilegal.

Ke depan, OJK Tasikmalaya bersama Pemerintah Kota Tasikmalaya berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar Tasikmalaya CAANG berkembang menjadi gerakan literasi keuangan yang berkelanjutan. Harapannya, masyarakat semakin mampu memanfaatkan layanan keuangan yang legal, aman, dan sesuai kebutuhan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga serta memperkuat ketahanan ekonomi daerah.

Jurnalis: Udan Muhdiana

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar Terbaru

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
Pembuatan Website
LAINNYA