Kepsek SMPN 12 Tasikmalaya Soroti Inkonsistensi Kurikulum, Harap Pemerintah Lebih Serius

waktu baca 2 menit
Selasa, 22 Jul 2025 19:06 0 359 Asop Ahmad

TASIKMALAYA — Kepala Sekolah SMPN 12 Tasikmalaya, Drs. Ade Nuryadin, mengungkapkan keprihatinannya terhadap ketidakkonsistenan pemerintah dalam penerapan kurikulum pendidikan di Indonesia.

Menurutnya, seringnya perubahan kurikulum yang terjadi seolah menunjukkan bahwa setiap pergantian pemerintahan selalu disertai pergantian sistem pendidikan.

“Selama ini guru-guru kerap kerepotan karena harus menyesuaikan diri dengan kurikulum baru. Akibatnya, fokus terhadap pendalaman materi jadi terganggu, dan pencapaian pembelajaran pun sulit diukur,” ujarnya usai upacara di sekolah, Senin (21/07/2025).

Ade menilai bahwa secara konsep, kurikulum yang ada sejatinya sudah baik dan relevan dengan zamannya. Namun, persoalannya terletak pada implementasi yang tidak maksimal di lapangan.

Pembuatan Website

“Kami hanya menerima informasi perubahan regulasi melalui daring, tapi implementasi nyata di sekolah masih minim. Harapan kami, setidaknya dalam satu semester ke depan, penerapan regulasi harus benar-benar terlihat nyata di satuan pendidikan,” tegasnya.

Terkait dengan langkah Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah Gubernur Dedi Mulyadi yang meluncurkan program Gapura Panca Waluya, Ade menyambut baik inisiatif tersebut.

Konsep ini bertujuan membentuk karakter siswa yang cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), pinter (cerdas), dan singer (tanggap) — nilai-nilai luhur dalam budaya Sunda.

“Pendekatan ini tidak hanya menekankan aspek akademik, tapi juga menanamkan nilai-nilai moral, sosial, dan spiritual. Ini langkah maju yang perlu didukung dengan penerapan yang konsisten,” tambahnya.

Ade juga mencontohkan negara-negara maju seperti Amerika Serikat yang sejak awal komitmen menjalankan kurikulum dalam jangka panjang, hanya melakukan perubahan kecil tanpa mengganggu substansi pendidikan.

“Sektor pendidikan idealnya tidak dijadikan arena politik. Pendidikan seharusnya menjadi ruang yang murni untuk membangun karakter dan kompetensi generasi penerus bangsa,” pungkasnya.

Oleh: Udan Muhdiana

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar Terbaru

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
Pembuatan Website
LAINNYA