Daarul Anba Tasikmalaya Peringati Seperempat Abad, Wujudkan Santri Berdaulat dan Umat Bermartabat

waktu baca 2 menit
Selasa, 30 Des 2025 13:05 0 103 Asop Ahmad

TASIKMALAYA – Semarak dan khidmat menyelimuti Kampung Bantargedang, Tasikmalaya, sepekan ke depan. Yayasan Daarul Anba Bantargedang secara resmi membuka perayaan Milad ke-25, yang berlangsung dari Sabtu (28/12/2025) hingga Jumat (3/1/2025). Mengusung tema “Seperempat Abad Santri Berdaulat, Umat Bermartabat, Daarul Anba Hebat”, peringatan ini menjadi momen bersejarah sekaligus refleksi atas kontribusi lembaga dalam mencerdaskan kehidupan umat selama seperempat abad.

Pondok pesantren yang berdiri kokoh di wilayah pesisir selatan Tasikmalaya ini memulai perjalanannya pada 1999, digagas oleh ulama kharismatik, KH. Muhammad Ruhiat, bersama tokoh masyarakat setempat. Estafet kepemimpinan kini diteruskan oleh KH. Achef Noor Mubarok, Lc., yang tetap berkomitmen pada visi awal: memadukan sistem pengajaran salafiyah dan modern dengan kurikulum berbasis Al-Qur’an dan As-Sunnah.

“Selama 25 tahun, Daarul Anba telah berusaha mencetak generasi yang berilmu, berakhlakul karimah, dan berjiwa dakwah,” tegas KH. Achef Noor Mubarok dalam sambutannya.

Tak sekadar wadah pendidikan agama, Daarul Anba telah berkembang menjadi lembaga pendidikan formal dan non-formal yang lengkap. Program unggulannya meliputi Madrasah Diniyah, Tahfidzul Qur’an, hingga Kajian Kitab Kuning. Yang menarik, pesantren ini juga mengintegrasikan pendidikan keterampilan dan seni budaya Islam seperti hadroh, marawis, dan qasidah sebagai media dakwah, guna mencetak santri yang mandiri dan berkarakter.

Pembuatan Website

Pencapaian selama seperempat abad terlihat nyata. Jumlah santri dan fasilitas terus berkembang, sementara jaringan alumni telah menyebar ke berbagai penjuru Indonesia, berkontribusi sebagai pendakwah, guru, dan penggerak sosial-keagamaan.

Gelaran milad ini, menurut Ketua Pelaksana Gian Sapta Ginanjar, bukan sekadar perayaan. “Ini merupakan sebuah refleksi juga sebagai batu loncatan untuk merealisasikan apa yang telah terjadi dan apa yang akan terjadi ke depan,” ujarnya. Rangkaian acara yang dipersiapkan penuh dengan kegiatan edukatif, spiritual, dan kultural, bertujuan untuk menguatkan ukhuwah serta merefleksikan visi ke depan.

Dengan semangat “Membentuk Generasi Qur’ani yang Berakhlak dan Mandiri”, Daarul Anba menatap masa depan. Lembaga ini bertekad tetap adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar keislaman, untuk terus melahirkan generasi yang tak hanya paham kitab suci, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan.

“Tentunya ingin bermanfaat, lebih berkah dan ingin mewujudkan Yayasan Daarul Anba yang terbaik, masyarakat berdaulat dan Indonesia lebih maju,” pungkas Gian menutup harapan besar di usia yang matang ini.

Jurnalis: Udan Muhdiana

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar Terbaru

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
Pembuatan Website
LAINNYA