Heboh Pendidikan Barak Militer Ala KDM, Warga RI di Finlandia: Mirip Sistem Family Center di Sini!

waktu baca 2 menit
Selasa, 27 Mei 2025 02:16 0 472 Asop Ahmad

SIAPBELAJAR.COM – Kebijakan pendidikan ala barak militer untuk anak-anak bermasalah yang digagas Kang Dedi Mulyadi kembali jadi perbincangan hangat. Tapi siapa sangka, sistem yang diterapkan di Jawa Barat itu justru dinilai punya kemiripan dengan pendekatan pendidikan anak di Finlandia, negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia.

Pernyataan ini disampaikan oleh Diana, seorang warga Indonesia yang kini bekerja di taman kanak-kanak di Finlandia. Dalam video pendek yang beredar luas, ia membalas komentar seorang pria bernama Adel Sulaiman yang mengkritik sistem barak militer ala KDM. Adel menyebut bahwa di negara maju seperti Finlandia, tak ada praktik mendidik anak nakal dengan sistem semi-militer.

Namun, Diana punya pandangan berbeda.

“Halo, saya Diana. Saya tinggal dan bekerja di Finlandia. Dan faktanya, di sini juga ada fasilitas khusus untuk anak-anak bermasalah,” ujar Diana dalam video tersebut.

Pembuatan Website

Diana menjelaskan bahwa di Finlandia, anak-anak yang dianggap “bermasalah” — seperti suka tawuran, menolak sekolah, atau terlibat penyalahgunaan zat — akan ditempatkan di fasilitas bernama Family Center. Mereka tinggal di tempat khusus, terpisah dari orang tua, dan menjalani rutinitas yang diawasi ketat oleh tenaga profesional seperti guru, psikolog, hingga psikiater.

Meski tak berbentuk barak militer, pendekatan yang dilakukan Family Center memiliki kesamaan dengan sistem yang diterapkan Kang Dedi di Jawa Barat. Anak-anak tersebut wajib mengikuti sekolah formal, tapi mereka diantar jemput oleh polisi setiap hari.

“Jadi walaupun tidak ada pelatihan baris-berbaris, sistemnya mirip. Anak-anak tinggal di tempat yang disiplin, terstruktur, dan penuh pendampingan,” jelas Diana.

Lebih lanjut, Diana menyoroti bagaimana negara seperti Finlandia memberikan perhatian serius pada pendidikan dan kesejahteraan anak. Mulai dari pendidikan gratis, makan gratis, hingga layanan kesehatan mental. Semua itu diberikan agar anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan kurang ideal bisa tetap mendapatkan masa depan yang baik.

“Di sini, anak-anak yang jadi korban kondisi keluarga juga bisa masuk Family Center. Tujuannya bukan menghukum, tapi membentuk ulang karakter mereka,” tambahnya.

Diana menilai langkah yang dilakukan Kang Dedi sudah tepat, bahkan sangat progresif. Menurutnya, sistem seperti itu seharusnya tidak dipolitisasi, karena tujuannya adalah menyelamatkan generasi muda.

“Aku bukan orang Jawa Barat. Aku orang Sumatera. Tapi sebagai warga Indonesia yang tinggal di Finlandia, aku bangga ada kebijakan seperti ini di tanah air,” tutupnya.

Menariknya, Finlandia telah delapan tahun berturut-turut dinobatkan sebagai negara paling bahagia di dunia. Salah satu kuncinya adalah karena pemerintahnya hadir untuk masyarakat yang membutuhkan, termasuk anak-anak yang butuh perlindungan dan arah hidup ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar Terbaru

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
Pembuatan Website
LAINNYA