TASIKMALAYA, SIAPBELAJAR.COM – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, masyarakat bersama Karang Taruna Unit RW 006 Kalapa Gagak Tilu, Kelurahan Cibunigeulis, Kecam8atan Bungursari, menggelar Tabligh Akbar pada Rabu malam (20/8/2025).
Acara yang berlangsung di Jalan Gunung Cariu itu dihadiri ribuan warga meski hujan turun tanpa henti. Hadir pula Wakil Wali Kota Tasikmalaya Raden Diky Candra Negara, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H. Aslim, SH., M.Si., anggota Komisi I DPRD Dayat Mustopa, Komisi II DPRD Tjahya Wandawa, Camat Bungursari, Lurah Cibunigeulis, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Diky Candra yang tampil dengan iket Sunda, menyampaikan rasa bangga bisa hadir di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai akhlak dalam kehidupan bermasyarakat.
“Mereka mencoba membenahi hati dengan menggelar tabligh akbar. Artinya, kita harus sadar bahwa penyakit hati seperti dendam, amarah, serakah, dan zalim adalah musuh utama kita. Hanya dengan memperkuat iman dan akhlak sesuai kepercayaan masing-masing, masalah ini bisa diselesaikan,” ujar Diky.
Selain mendengarkan sambutan Wakil Wali Kota, masyarakat juga mendapatkan tausiah dari Ustadz M. Asep Ramdan Al-Qusaery, S.H., M.H., yang memberikan pesan-pesan religius penuh makna.
Ketua Panitia, Rizqi Maulana, menjelaskan bahwa Tabligh Akbar menjadi penutup rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-80 RI di wilayahnya. Sebelumnya, masyarakat telah menggelar berbagai kegiatan seperti jalan sehat, pawai alegoris, cek kesehatan gratis, dan gerakan pangan murah.
“Alhamdulillah, ini kebanggaan besar bagi kami karena bisa menghadirkan Wakil Wali Kota beserta para tokoh legislatif. Tahun ini lebih meriah dibanding sebelumnya. Harapan kami, Karang Taruna di seluruh kelurahan Cibunigeulis dapat terus berkolaborasi untuk memajukan generasi muda,” ungkapnya.
Acara berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan, menjadi bukti nyata bagaimana masyarakat Cibunigeulis menjaga tradisi religius sekaligus memperkuat persatuan di momentum kemerdekaan.
Oleh: Udan Muhdiana
Tidak ada komentar