Bukan sekadar kumpulan cerita pendek, “Ekspedisi Imajinasi” menjadi bukti bahwa budaya literasi di SMP Negeri 12 Tasikmalaya terus tumbuh. Buku yang ditulis bersama oleh siswa dan guru ini resmi diterbitkan dengan ISBN dan menjadi langkah awal program “Pena Berlian: One Year One Book”
TASIKMALAYA – Semangat literasi terus dikembangkan di SMP Negeri 12 Tasikmalaya. Sekolah ini resmi meluncurkan buku kumpulan cerita pendek berjudul “Ekspedisi Imajinasi”, hasil kolaborasi 15 siswa dan 12 guru yang menuangkan ide, pengalaman, serta kreativitas mereka ke dalam karya tulis.
Peluncuran buku tersebut sekaligus menjadi tonggak dimulainya program “Pena Berlian: One Year One Book”, sebuah gerakan yang menargetkan lahirnya satu buku karya warga sekolah setiap tahun.
Pembina Jurnalistik SMPN 12 Tasikmalaya, Harsa Khairsyah, menjelaskan bahwa karya-karya tersebut awalnya hanya dipublikasikan secara digital melalui laman e-cerpen. Namun, muncul gagasan untuk menghadirkannya dalam bentuk buku agar memiliki nilai dokumentasi yang lebih kuat dan dapat dinikmati oleh lebih banyak pembaca.
Menurutnya, proses penerbitan berlangsung cukup panjang hingga akhirnya buku tersebut resmi diluncurkan setelah melalui berbagai tahapan penyuntingan dan penerbitan.
Menumbuhkan Budaya Literasi
Buku “Ekspedisi Imajinasi” memuat beragam cerita pendek dengan tema yang bervariasi, mulai dari kehidupan keluarga, persahabatan, pengalaman di sekolah, hingga kisah horor. Para penulis diberi kebebasan memilih tema sehingga mampu mengekspresikan kreativitas dan imajinasi mereka tanpa batas.
Harsa mengatakan, sekolah sengaja tidak membatasi genre maupun tema cerita agar setiap penulis dapat mengembangkan gaya dan kemampuan menulis sesuai karakter masing-masing.
Proses penyusunan buku berlangsung sekitar delapan bulan. Penulisan naskah memakan waktu sekitar tiga bulan, kemudian dilanjutkan dengan proses penyuntingan, pengurusan ISBN melalui Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, hingga tahap pencetakan.
Ia mengakui tantangan terbesar selama proses tersebut adalah menjaga konsistensi para siswa dalam menyelesaikan tulisan di tengah kesibukan belajar serta mengatasi kebuntuan ide yang kerap dialami penulis pemula.
Meski demikian, seluruh peserta berhasil menyelesaikan karya mereka hingga buku ini resmi memiliki nomor ISBN dan terdaftar di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Program “Pena Berlian: One Year One Book” pun diharapkan menjadi wadah berkelanjutan untuk melahirkan karya-karya baru. Persiapan penerbitan buku berikutnya direncanakan dimulai pada September mendatang agar prosesnya lebih matang dan tidak berbenturan dengan agenda kelulusan siswa.
Seluruh proses penulisan hingga penerbitan dilakukan secara mandiri tanpa membebankan biaya kepada para penulis. Siswa cukup fokus menuangkan ide dan kreativitas mereka ke dalam tulisan.
Sementara itu, Ketua Jurnalistik SMPN 12 Tasikmalaya, Dema Bintang Subhiyanti, mengaku bangga menjadi bagian dari penerbitan buku perdana tersebut. Baginya, buku ini menjadi pengalaman pertama sebagai penulis sekaligus kenangan berharga selama menempuh pendidikan di SMP.
Dema berharap program One Year One Book dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak siswa yang berani berkarya dan menerbitkan tulisan mereka.
Dalam buku tersebut, Dema mengangkat tema tentang semangat meraih prestasi belajar. Ia juga berpesan kepada adik-adik kelas agar membiasakan diri membaca karena membaca dapat memperkaya kosakata, memperluas wawasan, dan menjadi sumber inspirasi dalam menulis.
Meski akan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA, Dema bertekad tetap mengembangkan kemampuan menulis dan berharap dapat kembali menjadi bagian dari penerbitan buku di masa mendatang.
Jurnalis: Udan Muhdiana
Tidak ada komentar