SIAPBELAJAR.CO – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan komitmennya dalam memperkuat Perguruan Tinggi Swasta (PTS) sebagai bagian dari strategi jangka panjang pemerataan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.
Plt. Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco, menyampaikan bahwa penguatan PTS bukan sekadar bantuan sementara, melainkan langkah strategis untuk menciptakan sistem pendidikan tinggi yang inklusif dan berkeadilan di seluruh wilayah.
Program ini merupakan kelanjutan dari kebijakan sejak 2016, mengingat PTS mendominasi lebih dari 95 persen perguruan tinggi di Indonesia. Pada 2024, program ini menjangkau 60 PTS, dan meningkat signifikan pada 2025 menjadi 403 PTS.
Direktur Kelembagaan Ditjen Dikti, Mukhamad Najib, menegaskan bahwa Program Penguatan PTS (PP-PTS) 2026 dirancang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus daya saing lulusan agar selaras dengan kebutuhan dunia kerja.
Tahun 2026, program ini difokuskan pada dua skema utama. Pertama, peningkatan kualitas pembelajaran bagi PTS skala kecil dan menengah melalui dukungan sarana prasarana. Kedua, penguatan daya saing dan relevansi lulusan bagi PTS yang lebih mapan, dengan menonjolkan keunggulan institusi dan keterkaitan dengan kebutuhan industri.
Pelaksanaan program dilakukan secara transparan dan berbasis kinerja, dengan seleksi ketat serta kewajiban pelaporan bagi penerima bantuan. Evaluasi sebelumnya menunjukkan program ini berdampak positif terhadap kualitas pembelajaran, kapasitas institusi, dan kesiapan lulusan.
Melalui PP-PTS 2026, pemerintah berharap akses pendidikan tinggi berkualitas semakin luas, lulusan semakin kompetitif, serta perguruan tinggi lebih adaptif terhadap kebutuhan pembangunan nasional dan daerah.
Tidak ada komentar