OJK Tasikmalaya Perkuat Tata Kelola LJK Priangan Timur di Tengah Tantangan Ekonomi

waktu baca 2 menit
Rabu, 28 Jan 2026 18:31 0 59 Asop Ahmad

PANGANDARAN – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya terus memperkuat tata kelola dan manajemen risiko lembaga jasa keuangan (LJK) di wilayah Priangan Timur guna menjaga stabilitas sektor keuangan sekaligus mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Evaluasi Kinerja Lembaga Jasa Keuangan yang digelar di Hotel Grand Palma Pangandaran, Selasa (27/1/2026). Kegiatan ini dihadiri Kepala OJK Jawa Barat Darwisman dan Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati, serta diikuti jajaran direksi dan pengurus BPR/BPR Syariah, LKM/LKM Syariah, dan Pegadaian se-Priangan Timur.

Darwisman menegaskan, penguatan tata kelola dan manajemen risiko menjadi kunci menjaga ketahanan sektor jasa keuangan di tengah meningkatnya tekanan ekonomi global dan nasional. Menurutnya, LJK tidak hanya dituntut mencatatkan kinerja keuangan yang baik, tetapi juga mampu mengelola risiko secara adaptif, khususnya pada kualitas kredit dan pembiayaan.

Sementara itu, Nofa Hermawati menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Priangan Timur pada 2025 tercatat 4,42 persen, masih di bawah rata-rata nasional dan Provinsi Jawa Barat. Kondisi tersebut menuntut peran sektor jasa keuangan yang lebih kuat dalam mendorong pembiayaan produktif, investasi daerah, serta pengembangan sektor unggulan.

Pembuatan Website

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Ekonom PT Bank Mandiri Tbk. Andry Asmoro memaparkan proyeksi perekonomian 2026 yang masih diwarnai ketidakpastian global. Meski demikian, ia optimistis ekonomi Indonesia tetap tumbuh positif dengan proyeksi di kisaran 5,18 persen, ditopang permintaan domestik dan stabilitas sektor keuangan.

Dari sisi kinerja, BPR/BPR Syariah di Priangan Timur hingga Desember 2025 mencatat pertumbuhan aset 3,81 persen menjadi Rp3,56 triliun dan kredit tumbuh 5,62 persen dengan NPL yang masih terkendali. Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp5,73 triliun dengan sektor perdagangan sebagai penerima utama.

Di sektor pasar modal, jumlah investor terus meningkat, tercermin dari pertumbuhan SID saham sebesar 17,35 persen dan lonjakan nilai transaksi saham hingga 90,32 persen. Sementara itu, kinerja LKM/LKM Syariah masih mengalami tekanan, berbeda dengan Pegadaian yang menunjukkan ekspansi signifikan sepanjang 2025.

Selain penguatan industri, OJK Tasikmalaya juga aktif meningkatkan literasi dan pelindungan konsumen melalui 148 kegiatan edukasi keuangan serta penyelesaian hampir seluruh pengaduan masyarakat di sektor jasa keuangan.

OJK Tasikmalaya menegaskan akan terus mendorong peningkatan kualitas tata kelola, manajemen risiko, serta pemanfaatan inovasi dan digitalisasi guna memperkuat sektor jasa keuangan di Priangan Timur. **

Jurnalis: Udan Muhdiana

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar Terbaru

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
Pembuatan Website
LAINNYA