Program KEJAR di Sumedang Cetak 4.761 Rekening Baru, Tabungan Pelajar Tembus Rp2,46 Miliar

waktu baca 3 menit
Minggu, 26 Jul 2026 13:55 0 20 Asop Ahmad

Komitmen memperkuat literasi dan inklusi keuangan sejak usia dini terus menunjukkan hasil. Melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), Kabupaten Sumedang berhasil membuka 4.761 rekening baru dengan total tabungan mencapai Rp2,46 miliar pada Semester I Tahun 2026.

SIAAPBELAJAR.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah Kabupaten Sumedang terus memperkuat sinergi dalam meningkatkan akses layanan keuangan bagi pelajar melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Langkah tersebut diperkuat dengan diterbitkannya Surat Edaran Bupati Sumedang Nomor 41 Tahun 2026 sebagai dasar pelaksanaan program di seluruh satuan pendidikan.

Program KEJAR bertujuan memperluas kepemilikan rekening tabungan bagi peserta didik mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK). Selain mendorong budaya menabung, program ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan sejak dini.

Pelaksanaan program tidak hanya melibatkan sektor perbankan, tetapi juga Lembaga Keuangan Mikro (LKM). Melalui koordinasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), setiap sekolah mendapatkan pendampingan agar proses pembukaan rekening, pemantauan, hingga evaluasi dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Pembuatan Website

Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati, mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam memperkuat implementasi Program KEJAR. Menurutnya, keberhasilan program ini menjadi bukti pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, industri jasa keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam memperluas akses keuangan bagi generasi muda.

Kolaborasi Jadi Kunci

Nofa menjelaskan bahwa keberhasilan Program KEJAR tidak hanya diukur dari jumlah rekening yang berhasil dibuka, tetapi juga dari kuatnya kepemimpinan daerah, koordinasi lintas sektor, serta sistem pemantauan yang berjalan secara konsisten.

Ia menilai kebijakan berupa Surat Edaran Bupati, keterlibatan TPAKD, pembagian wilayah pendampingan sekolah, hingga partisipasi lembaga keuangan formal merupakan praktik baik yang dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mempercepat inklusi keuangan pelajar.

Sementara itu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menegaskan bahwa Program KEJAR merupakan investasi jangka panjang untuk membentuk generasi yang mandiri secara finansial.

Menurutnya, kebiasaan menabung bukan hanya mengajarkan cara mengelola uang, tetapi juga membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan merencanakan masa depan sejak usia dini.

Hingga Semester I Tahun 2026, Program KEJAR di Kabupaten Sumedang berhasil mencatat 4.761 rekening baru (Number of Accounts/NoA) dengan total saldo tabungan mencapai Rp2,46 miliar. Capaian tersebut menunjukkan meningkatnya partisipasi pelajar dalam memanfaatkan layanan keuangan formal.

Ke depan, OJK bersama Pemerintah Kabupaten Sumedang dan seluruh anggota TPAKD akan terus memperkuat edukasi keuangan, memperluas akses terhadap layanan keuangan formal, serta meningkatkan implementasi Program KEJAR agar budaya menabung semakin tumbuh di kalangan pelajar.

Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, program ini diharapkan mampu menciptakan generasi yang lebih cakap mengelola keuangan sekaligus mendukung terwujudnya ekosistem keuangan yang inklusif, sehat, dan berkelanjutan di Indonesia.

Jurnalis: Udan Muhdiana

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar Terbaru

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
Pembuatan Website
LAINNYA