TASIKMALAYA – Program Tasik Pintar (Pendidikan Tasik Rancage) dari Pemerintah Kota Tasikmalaya mendapat apresiasi dari kalangan pendidikan. Kepala SMP Negeri 12 Tasikmalaya, Ade Nuryadin, menyambut positif bantuan pendidikan bagi siswa berprestasi dan kurang mampu, meski mengaku terkendala kuota penerima yang masih terbatas.
“Dari sisi substansi, kami sangat mendukung program dari Pemerintah Kota Tasik,” ujar Ade Nuryadin usai acara penyerahan bantuan, Rabu (26/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa meski kuota terbatas, program ini sangat membantu siswa kurang mampu, termasuk para penghafal Al-Qur’an (tahfiz). “Meskipun kuotanya mungkin dengan keterbatasan, insya Allah jika kita berniat membantu anak-anak miskin, terutama yang Tahfiz, program ini sangat bermanfaat dan berkah,” tambahnya.
Ade mengungkapkan telah menyampaikan langsung harapan penambahan kuota kepada Wali Kota Tasikmalaya. Menurutnya, banyak siswa yang belum terjangkau program bantuan pemerintah lainnya seperti Program Indonesia Pintar (PIP).
“Beberapa anak yang membutuhkan belum terakomodasi program lain. Misalnya, anak dengan orang tua ngontrak sering tidak masuk dalam sistem bantuan. Program kota seperti ini menjadi solusi penting,” jelas Ade.
Ia mengakui kebingungannya dalam menyeleksi penerima bantuan karena kuota yang hanya lima orang per sekolah. “Kami pihak sekolah merasa bingung kuota hanya 5 orang, sedangkan semuanya kami lihat dari aura anak yang perlu ditolong,” ujarnya.
Program Tasik Pintar dinilai sebagai terobosan positif yang menjembatani kesenjangan pendidikan. Harapannya, bantuan ini dapat diperluas cakupannya demi mendukung lebih banyak siswa kurang mampu di Tasikmalaya.
Jurnalis: Udan Muhdiana
Tidak ada komentar