Pemerintah terus memperkuat pemerataan pendidikan di Tanah Papua. Sebanyak 10 sekolah di Teluk Bintuni, Papua Barat, kini memiliki fasilitas belajar yang lebih modern dan layak berkat program revitalisasi senilai Rp17,5 miliar.
SIAPBELAJAR.COM – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mempercepat pembangunan dan revitalisasi sekolah di wilayah Papua Barat sebagai upaya menghadirkan pendidikan yang berkualitas, aman, dan merata bagi seluruh anak Indonesia.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, meresmikan selesainya revitalisasi 10 satuan pendidikan di Kabupaten Teluk Bintuni yang didanai melalui anggaran tahun 2025 sebesar Rp17,5 miliar. Seluruh proyek pembangunan telah rampung 100 persen dan siap dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Peresmian dipusatkan di SMP Negeri 2 Manimeri, salah satu penerima bantuan terbesar dengan nilai revitalisasi mencapai Rp2,62 miliar. Program tersebut mencakup pembangunan dan perbaikan ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, ruang UKS, hingga fasilitas sanitasi sekolah.
Abdul Mu’ti menegaskan bahwa revitalisasi sekolah bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan keadilan pendidikan hingga ke daerah dengan tantangan akses yang tinggi.
Pemerintah juga meningkatkan dukungan untuk tahun 2026. Sebanyak 25 satuan pendidikan di Teluk Bintuni telah masuk dalam program revitalisasi dengan total anggaran lebih dari Rp20,7 miliar, atau meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, menyambut baik program tersebut dan menilai kehadiran pemerintah pusat menjadi dorongan besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan.
Manfaat revitalisasi turut dirasakan langsung oleh para siswa. Starla Rozario Kanem Manibuy, siswi SMP Harmoni School Terpadu Bintuni, mengaku kini dapat belajar dengan fasilitas yang lebih lengkap, mulai dari perpustakaan, laboratorium modern, hingga ruang UKS yang lebih memadai.
Menurutnya, bantuan tersebut bukan hanya menghadirkan bangunan baru, tetapi juga memberikan harapan dan kesempatan yang sama bagi anak-anak Papua untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Acara peresmian ditutup dengan penandatanganan prasasti serta dialog antara Menteri, para kepala sekolah, guru, dan siswa. Momen tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam membangun pendidikan yang lebih maju dan merata di Tanah Papua. **
Tidak ada komentar