Sebanyak 800 murid dan 280 pemandu talenta dari seluruh Indonesia terpilih mengikuti Program Bina Talenta Indonesia (BTI) 2026. Program ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam menyiapkan generasi muda unggul di bidang STEM, Koding, Kecerdasan Artifisial, dan penguatan karakter untuk menghadapi tantangan masa depan.
SIAPBELAJAR.COM – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) resmi memulai Program Bina Talenta Indonesia (BTI) Tahun 2026. Program ini dirancang sebagai bagian dari strategi nasional untuk mengembangkan talenta muda Indonesia di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), Koding, Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI), serta penguatan karakter.
BTI 2026 merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 25 Tahun 2025 tentang Manajemen Talenta Murid. Melalui program ini, pemerintah berupaya membangun sistem pembinaan talenta yang berkelanjutan, mulai dari identifikasi potensi, pengembangan kompetensi, hingga pembentukan karakter dan jejaring kolaborasi bagi peserta didik.
Pada acara pembukaan program, Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia unggul merupakan faktor utama dalam menentukan masa depan bangsa di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Menurutnya, kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia tidak akan memberikan manfaat maksimal tanpa didukung sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu mengelolanya secara efektif.
“Pengembangan talenta merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting untuk memperkuat daya saing bangsa dan memastikan Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan global di masa depan,” ujar Suharti.
Ia menjelaskan bahwa BTI 2026 memperkuat pembinaan talenta pada tiga bidang prioritas, yaitu STEM, Koding, dan Kecerdasan Artifisial. Proses pembelajaran juga disesuaikan dengan tingkat kemampuan peserta sehingga pengembangan kompetensi dapat berlangsung lebih terarah dan optimal.
Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Talenta, Mariman Darto, menyampaikan bahwa program ini menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem talenta nasional yang lebih kuat dan terintegrasi.
Menurutnya, Indonesia perlu mempersiapkan generasi muda terbaik secara sistematis agar mampu bersaing di tingkat global sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.
Sementara itu, Kepala Pusat Prestasi Nasional, Maria Veronica Irene Herdjiono, menjelaskan bahwa BTI 2026 tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan murid, tetapi juga memperkuat kapasitas guru sebagai pemandu talenta.
Dari sekitar 3.000 pendaftar yang mengikuti seleksi, terpilih sebanyak 1.080 peserta yang terdiri atas 800 murid dan 280 pemandu talenta dari berbagai daerah di Indonesia.
Bidang STEM menjadi program dengan jumlah peserta terbesar, yaitu 720 peserta yang terdiri atas 560 murid dan 160 pemandu talenta. Sementara bidang Koding diikuti 180 peserta, terdiri atas 120 murid dan 60 pemandu talenta. Jumlah yang sama juga mengikuti program Kecerdasan Artifisial, yakni 120 murid dan 60 pemandu talenta.
Para peserta berasal dari 38 provinsi, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Untuk mendukung pelaksanaan program, Kemendikdasmen menggandeng 27 perguruan tinggi mitra yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatra hingga Papua.
Selama tujuh hari, peserta akan mengikuti pembinaan secara luring di kampus mitra. Kegiatan yang dijalankan mencakup pelatihan STEM, Koding, AI, penguatan karakter, asesmen literasi dan numerasi, pre-test dan post-test, kunjungan ke dunia usaha dan industri, pameran karya, hingga program pengimbasan setelah pelatihan selesai.
Kolaborasi dengan puluhan perguruan tinggi tersebut menjadi bukti komitmen bersama dalam menciptakan sistem pengembangan talenta yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.
Antusiasme peserta terlihat dari berbagai daerah. Salah satunya Teuku Muda Laksamana, siswa SMAN Modal Bangsa Aceh Besar, yang terpilih mengikuti bidang Koding. Ia berharap program tersebut dapat meningkatkan kemampuan teknis sekaligus memperluas wawasan dan pengalaman belajar.
Hal serupa disampaikan Kornelia Maryorita Alomau, guru SMAN 1 Wamena, Papua Pegunungan, yang terpilih sebagai pemandu talenta bidang STEM. Ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat dibagikan kembali kepada rekan guru dan peserta didik di daerahnya.
Menutup kegiatan pembukaan, Suharti mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan program ini sebagai kesempatan membangun kompetensi, memperluas jejaring, dan belajar berkolaborasi.
“Gunakan kesempatan ini untuk terus belajar, bertanya, bekerja sama, dan mengembangkan potensi diri. Kesuksesan besar tidak dibangun sendirian, tetapi melalui kolaborasi dan semangat untuk terus berkembang,” pesannya.
Melalui Program Bina Talenta Indonesia 2026, Kemendikdasmen berharap lahir generasi muda yang unggul, inovatif, berkarakter, dan siap menjadi motor penggerak pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Tidak ada komentar