SIAPBELAJAR.COM – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) kini mulai merambah dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajaran seni budaya. Hal ini mendapat perhatian dari Salasa Lidy Utami, guru Seni Budaya di SMP Negeri 12 Tasikmalaya yang mengajar siswa kelas VIII dan IX.
Menurut Salasa, kehadiran AI membuka peluang besar dalam proses belajar mengajar. Teknologi ini dinilai mampu membantu siswa mengeksplorasi berbagai bentuk seni secara lebih luas dan kreatif.
“AI bisa menjadi alat bantu yang efektif dalam proses kreatif dan memberi akses lebih luas bagi siswa untuk mengenal beragam karya seni,” ungkapnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa penggunaan teknologi tidak boleh menggeser nilai-nilai asli dari seni budaya tradisional. Menurutnya, kekuatan seni tradisi justru terletak pada keaslian dan unsur natural yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh teknologi.
Salasa menilai, perpaduan antara seni tradisional dan teknologi memang menarik, namun harus tetap menjaga identitas budaya. Ia berharap siswa tidak hanya mahir menggunakan teknologi, tetapi juga mampu memahami dan menghargai warisan seni daerahnya.
“Kombinasi teknologi dan budaya bisa menciptakan pengalaman belajar yang lebih mendalam, asalkan digunakan dengan bijak,” tambahnya.
Ke depan, Salasa berencana mengembangkan metode pembelajaran yang lebih inovatif. Ia ingin mendorong siswa menjadi kreator, bukan sekadar penikmat seni, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya lokal.
“Saya ingin siswa mampu menciptakan karya baru tanpa melupakan akar budaya mereka,” tegasnya.
Melalui pendekatan ini, pendidikan seni diharapkan tidak hanya mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga tetap kaya akan nilai tradisional. Upaya ini menjadi langkah penting dalam membentuk generasi muda yang kreatif, adaptif, dan tetap berakar pada budaya bangsa.
Jurnalis: Udan Muhdiana
Tidak ada komentar