SIAPBELAJAR.COM – Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Tasikmalaya yang digelar di Hotel Cordela, Kecamatan Cihideung, Selasa (7/4/2026), menetapkan enam nama bakal calon Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) untuk periode mendatang.
Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penguatan arah kerja yang lebih berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Muscab dipimpin oleh Wakil Ketua Umum DPP PKB, Jazilul Fawaid, yang menekankan pentingnya menjaga soliditas serta memastikan setiap langkah organisasi berdampak nyata bagi publik.
Menurutnya, proses Muscab berlangsung kondusif dengan mengedepankan musyawarah dan mufakat. Ia menegaskan bahwa kekuatan organisasi tidak hanya terletak pada figur, tetapi juga pada keberhasilan menjalankan program yang dirasakan langsung oleh masyarakat, seperti di sektor kesehatan, kepemudaan, dan pengembangan digital.
Dalam kesempatan tersebut, Jazilul juga menyinggung wacana mekanisme pemilihan kepala daerah melalui DPRD yang saat ini masih dalam tahap kajian dan belum menjadi keputusan resmi. Ia menilai setiap kebijakan perlu dipertimbangkan secara matang, terutama dari sisi efektivitas anggaran dan dampaknya terhadap pelayanan publik di daerah.
Ketua Panitia Muscab, Ahmad Junaedi Sakan, menjelaskan bahwa enam nama bakal calon ketua telah disepakati melalui forum sidang, yang merupakan kombinasi hasil pemetaan pusat dan aspirasi dari tingkat bawah.
Adapun enam nama tersebut adalah H. Wahid, Heni Hendini, Mugit Nuryadin, Ahmad Junaedi, Asep Endang Muhammad Syam, dan H. Oleh Soleh.
Selanjutnya, seluruh nama akan diserahkan ke DPP PKB untuk menjalani proses pendalaman sebelum ditetapkan satu kandidat terpilih. Mekanisme ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas kepemimpinan serta kesinambungan program di daerah.
Sementara itu, Ketua DPC PKB Kota Tasikmalaya periode 2021–2025, H. Wahid, menyampaikan bahwa capaian organisasi tidak terlepas dari kerja bersama seluruh pengurus hingga tingkat bawah. Ia menekankan pentingnya memperkuat program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat sebagai langkah membangun kepercayaan publik dan mendorong partisipasi dalam pembangunan daerah.
Jurnalis: Udan Muhdiana

Tidak ada komentar