TASIKMALAYA — Hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2025/2026 menjadi momen penting dan penuh makna bagi para siswa, terutama mereka yang baru memasuki jenjang SMP.
Setelah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), para siswa resmi memulai perjalanan pendidikan mereka dengan semangat baru.
Di SMPN 12 Tasikmalaya, kegiatan hari pertama diawali dengan upacara bendera dan penyambutan resmi oleh Kepala Sekolah. Momen ini sekaligus menjadi simbol dimulainya tahun ajaran baru dan pengenalan nilai-nilai serta budaya sekolah kepada peserta didik.
Yang menarik, tahun ini sekolah tersebut menerapkan program Gapura Panca Waluya, sebuah pendekatan pendidikan karakter yang diusung Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Program ini bertujuan membentuk karakter siswa melalui lima nilai utama dalam bahasa Sunda:
Cageur (sehat), Bageur (baik), Bener (benar), Pinter (pintar), dan Singer (tanggap atau tangkas).
“Penerapan nilai-nilai ini kami integrasikan dalam pembelajaran, pelajaran agama, budi pekerti, hingga kegiatan ekstrakurikuler yang mendorong siswa aktif mengembangkan potensi dirinya melalui olahraga, seni, maupun kegiatan sosial,” ujar Elis Nurulhuda, S.Pd., M.Pd., guru IPA SMPN 12, Senin (21/07/2025)
Ia juga menekankan pentingnya pembinaan perilaku siswa, terutama bagi yang memerlukan perhatian khusus. Pendekatan kolaboratif dengan orang tua dan pihak terkait menjadi bagian penting dari strategi pembentukan karakter.
“Lingkungan sekolah yang aman dan nyaman sangat penting dalam mendukung perkembangan siswa. Kami juga selalu berupaya melibatkan orang tua agar menjadi bagian dari proses tumbuh kembang anak,” tambah Elis.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 12 Tasikmalaya, Drs. Ade Nuryadin, menegaskan bahwa konsep Gapura Panca Waluya memberi warna baru dalam pelaksanaan MPLS, khususnya bagi siswa kelas VII.
“Kami berharap pemerintah, termasuk Kemendikbud, dapat konsisten dalam penerapan kurikulum. Sebab, kami di lapangan bertanggung jawab penuh terhadap implementasi setiap perubahan kurikulum yang ditetapkan,” tegasnya.
Dengan penerapan nilai-nilai kearifan lokal seperti Gapura Panca Waluya, SMPN 12 Tasikmalaya menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan berdaya saing di masa depan.
Oleh: Udan Muhdiana
Tidak ada komentar