Meski diterjang banjir dan longsor, ribuan sekolah di Aceh hingga Sumatra Utara perlahan bangkit. Pemerintah menggelontorkan triliunan rupiah agar siswa tetap bisa belajar di tengah masa pemulihan.
SIAPBELAJAR.COM – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mempercepat pemulihan pendidikan di wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Jawa Timur. Hingga 12 Mei 2026, sebanyak 3.084 sekolah telah menerima bantuan revitalisasi dengan total anggaran lebih dari Rp2,9 triliun.
Dari jumlah tersebut, 2.817 sekolah menjalani perbaikan secara swakelola, sementara 267 sekolah dengan kerusakan berat direhabilitasi melalui kerja sama dengan TNI Angkatan Darat (TNI AD), termasuk relokasi bagi sekolah yang tak lagi aman ditempati.
Pemerintah mencatat, sebanyak 4.820 dari total 4.922 sekolah terdampak kini telah kembali menjalankan pembelajaran secara penuh. Meski demikian, sebagian siswa masih belajar di ruang kelas darurat, tenda sementara, atau menumpang di sekolah lain demi menjaga proses pendidikan tetap berjalan.
Tak hanya memperbaiki sekolah, Kemendikdasmen juga menyalurkan bantuan khusus bagi lebih dari 53 ribu guru dan tenaga kependidikan terdampak bencana. Bantuan sebesar Rp2 juta per bulan selama tiga bulan diberikan guna membantu keberlangsungan hidup para pendidik di tengah situasi sulit.
Selain itu, dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) senilai Rp1,98 triliun telah disalurkan ke lebih dari 29 ribu sekolah di daerah terdampak. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan seluruh bantuan ditujukan agar layanan pendidikan tetap berjalan selama proses pemulihan pascabencana ***
Tidak ada komentar