TASIKMALAYA – Dua pelajar SMK berusia 17 tahun menjadi korban pengeroyokan brutal oleh sekelompok geng motor di Jalan Gobras, Kota Tasikmalaya, Minggu (14/12/2025) malam. Keduanya mengalami luka serius hingga harus dioperasi.
Insiden terjadi saat korban sedang dalam perjalanan. Mereka mulai diikuti tiga sepeda motor di sekitar Tanjakan J&T. Aksi kekerasan dimulai dengan lemparan batu di dekat Bakso 55, menyebabkan korban terjatuh sebelum kemudian dikeroyok secara brutal oleh para pelaku yang kemudian kabur.
Kondisi kedua korban sangat mengkhawatirkan. Satu korban mengalami patah tulang tangan, sementara lainnya menderita gegar otak dan retak tulang kepala berdasarkan hasil CT Scan. Keduanya menjalani perawatan intensif dan operasi darurat di RSUD Soekardjo.
Orang tua korban, Muhammad Soleh, berharap ada bantuan biaya perawatan dan pelaku segera ditangkap. Menanggapi hal ini, Wakil Walikota Tasikmalaya, Diky Chandra, menyatakan permintaan maaf sekaligus komitmen pemerintah untuk meningkatkan pengamanan, termasuk koordinasi dengan pol PP dan polres. Pihaknya juga akan mengupayakan bantuan pembiayaan melalui BAZNAS dan CSR perusahaan.
Direktur RSUD Soekardjo, dr. Budi Tirmadi, menjelaskan korban tidak dapat mengajukan klaim ke Jasa Raharja atau BPJS karena ini adalah kasus kekerasan. Alternatif yang memungkinkan adalah melalui Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), meski prosesnya cukup lama. Biaya operasi untuk kasus patah tulang disebutkan bisa mencapai Rp20 juta.
Kejadian ini kembali menyoroti maraknya aksi kekerasan geng motor serta tantangan pembiayaan medis bagi korban kejahatan yang tidak tercover asuransi reguler. Pemerintah kota berjanji akan mengevaluasi dan meningkatkan pengawasan di titik-titik rawan.
Jurnalis: Udan Muhdiana
Tidak ada komentar