Belajar di Atas Rel, Siswa RA PUI Sindangwargi Nikmati Edutrain Naik Ngulisik dan Kereta

waktu baca 2 menit
Jumat, 23 Jan 2026 05:53 0 202 Asop Ahmad

TASIKMALAYA – Suasana ceria mewarnai Kelurahan Cilamajang, Kecamatan Kawalu, Kamis (22/1/2026). Puluhan siswa RA PUI Sindangwargi tampak sumringah mengikuti kegiatan Edutrain, sebuah metode belajar di luar kelas yang memadukan edukasi, petualangan, dan kearifan lokal.

Berbeda dari pembelajaran biasa, Edutrain kali ini mengajak anak-anak belajar sambil berwisata menggunakan dua moda transportasi sekaligus: ngulisik, kendaraan tradisional yang akrab di masyarakat, serta kereta api sebagai pengalaman baru yang tak terlupakan bagi siswa usia dini.

Kegiatan dimulai dari halaman MI Sindangwargi. Sejak awal, antusiasme anak-anak sudah terlihat saat mereka menaiki ngulisik menuju Stasiun Ciamis. Perjalanan singkat tersebut menjadi pembuka yang menyenangkan sebelum memasuki agenda utama.

Sebanyak 52 siswa bersama para pendamping kemudian diajak merasakan pengalaman naik kereta api dari Stasiun Ciamis menuju Stasiun Kota Tasikmalaya, dilanjutkan ke kawasan Wiradadaha. Sepanjang perjalanan, tawa dan rasa kagum tak lepas dari wajah para siswa.

Pembuatan Website

Tak sekadar jalan-jalan, selama berada di dalam kereta anak-anak dikenalkan pada berbagai jenis kereta api, fungsi stasiun bagi masyarakat, serta pentingnya menjaga keselamatan dan ketertiban saat berada di lingkungan transportasi umum.

Kepala RA PUI Sindangwargi, Neneng Komalasari, mengatakan Edutrain dirancang untuk menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna.

“Kami ingin anak-anak belajar tidak hanya di kelas. Dengan Edutrain, mereka bisa mengalami langsung, berani mencoba hal baru, sekaligus mengenal budaya lokal dan transportasi umum,” ujarnya.

Menurut Neneng, penggunaan ngulisik membuat anak-anak merasa lebih dekat dan nyaman, sementara kereta api menjadi pengalaman berharga, terutama bagi siswa yang belum pernah naik kereta sebelumnya. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari tema pembelajaran sekolah tentang kendaraan dan rekreasi.

“Selain mengenalkan transportasi, Edutrain melatih kemandirian, kerja sama, disiplin, serta kepedulian terhadap kebersihan dan keselamatan di ruang publik,” tambahnya.

Apresiasi juga datang dari para orang tua. Salah satunya, Neli, mengaku senang melihat anaknya begitu antusias mengikuti kegiatan tersebut.

“Ini pengalaman pertama anak saya naik kereta api. Belajarnya jadi terasa seru karena langsung melihat dan merasakan,” tuturnya.

Ia menilai konsep menggabungkan ngulisik dan kereta api sangat kreatif dan edukatif. “Anak-anak jadi mengenal stasiun, rute perjalanan, dan transportasi dengan cara yang menyenangkan. Semoga kegiatan seperti ini bisa rutin diadakan,” harapnya.

Keberhasilan Edutrain RA PUI Sindangwargi menjadi bukti bahwa pembelajaran kreatif dan kontekstual mampu menghadirkan pengalaman berkesan sekaligus mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Jurnalis: Udan Muhdiana

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar Terbaru

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
Pembuatan Website
LAINNYA