Tasikmalaya Bergerak! Lawan Narkoba Demi Masa Depan Indonesia Emas 2045

waktu baca 2 menit
Senin, 14 Jul 2025 06:12 0 296 Asop Ahmad

TASIKMALAYA — Dalam semangat memperingati Hari Anti Narkotika Internasional yang jatuh setiap 26 Juni, Rumah Sosial Muryy Koes Plus (RSMK) bersama Gerakan Anti Narkotika Nusantara Amartha (GANNA) menggelar kampanye bahaya narkoba di halaman Gedung Creative Center (GCC), Komplek Olahraga Dadaha, Minggu pagi, 13 Juli 2025.

Acara yang diiringi musik dari Bringplus ini menjadi momen penting untuk menyuarakan perang terhadap narkoba, khususnya kepada remaja dan warga Tasikmalaya. Tujuannya jelas memutus rantai peredaran gelap narkoba demi masa depan bangsa yang lebih sehat dan kuat.

Ketua GANNA Kota Tasik, Dr. Riantin Hikmah Widi, Ir., M.Si., mengungkapkan bahwa 1,37 persen atau sekitar 3,33 juta penduduk Indonesia usia produktif (15-64 tahun) terjerat penyalahgunaan narkoba.

“Jika dibiarkan, jumlah ini bisa terus bertambah dan merusak masa depan bangsa. Bonus demografi 2045 justru bisa jadi bencana bila kita tidak bertindak,” tegasnya.

Pembuatan Website

Tasikmalaya Darurat Narkoba

Data dari Polres Tasikmalaya menyebutkan bahwa sepanjang tahun 2024 tercatat 85 kasus narkoba dengan 105 tersangka, mencakup sabu-sabu, ganja, sinte, ekstasi, psikotropika, hingga obat keras. Barang bukti yang disita pun mencengangkan 965 gram sabu, 1.257 gram ganja, 100 gram sinte, 586 butir psikotropika, dan 28.554 butir obat keras.

Tak hanya itu, kasus besar juga terungkap pada November 2024, ketika aparat membongkar pabrik 1,5 juta butir pil oplosan per bulan di Jalan Letjen Mashudi.

“Angka-angka ini bukan sekadar statistik. Di baliknya ada anak, saudara, tetangga kita yang tersesat dan butuh pertolongan,” ujar Riantin.

Langkah Nyata untuk Perubahan

Meski tantangannya besar, ada kabar baik. Sepanjang 2024, BNN Tasikmalaya telah melakukan rehabilitasi terhadap 25 klien (melampaui target 20), serta melakukan tes urine terhadap 810 orang dengan hasil 100% negatif.

Antusiasme warga pada kegiatan ini sangat tinggi. Banyak yang memberi tanggapan positif, bahkan meminta sosialisasi serupa digelar di sekolah-sekolah.

“Ini bukti masyarakat peduli. Mudah-mudahan GANNA makin dikenal sebagai pegiat sosial yang konsisten melawan penyalahgunaan narkoba di Tasikmalaya,” tambah Riantin.

Ajak Keluarga, Awasi Anak, Cegah Sejak Dini

Menjelang Indonesia Emas 2045, Riantin mengajak masyarakat untuk mulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga.

Mengajak anak berbicara soal bahaya narkoba, menjaga komunikasi, serta aktif dalam gerakan P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika).

“Pemberantasan narkoba bukan hanya tugas satu instansi, tapi tanggung jawab kita semua,” tegasnya.

Penulis: Udan Muhdiana

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar Terbaru

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
Pembuatan Website
LAINNYA