Festival Nadhom Tauhid Tasikmalaya Jadi Wadah Perawatan Warisan dan Solidaritas untuk Aceh

waktu baca 2 menit
Selasa, 30 Des 2025 13:10 0 108 Asop Ahmad

TASIKMALAYA – Lantunan syahdu nadhom tauhid mengudara di pelataran Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Minggu (28/12/2025). Suara ratusan peserta menyatu dalam irama yang menghanyutkan, mengubah akhir tahun menjadi momen refleksi akidah yang mendalam dalam gelaran Festival Nadhom Tauhid: Menanam Akidah di Akhir Tahun.

Festival yang memasuki tahun kedua ini sukses menarik minat 203 peserta yang tergabung dalam 17 grup, mewakili Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dari 10 kecamatan se-Kota Tasikmalaya. Menurut Wakil Ketua Panitia, KH. Yusron Rosidi, kegiatan ini merupakan ikhtiar kolektif untuk menjaga warisan ilmu dan akidah. “Ini bukan sekadar lomba. Ini adalah upaya kita menjaga pondasi akidah Ahlussunnah Wal Jamaah dan memastikan estafet perjuangan para guru dalam menjaga tauhid tetap hidup,” tegasnya.

Untuk menjaga kemurnian tradisi dan khittah keilmuan, panitia menghadirkan tiga juri profesional: Ustadz Oni Nurul Husni, Ustadz Pardi Ridwan, dan Ustadz Imran Rosadi. Mereka menilai aspek fundamental seperti ketepatan pelafalan, pemahaman isi bait, dan keharmonisan lagu.

Di hari yang sama, semangat kebersamaan dan solidaritas sosial juga diwujudkan melalui kegiatan yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tasikmalaya. Sebagai wujud kepedulian terhadap korban bencana di Aceh, digelar doa bersama dan penggalangan dana kemanusiaan. “Doa bersama ini adalah ikhtiar batin kita. Sementara penggalangan dana merupakan ikhtiar lahir, bentuk nyata kepedulian umat,” jelas Ketua MUI Kota Tasikmalaya, KH Aminudin.

Pembuatan Website

Rangkaian acara tersebut juga dimeriahkan oleh berbagai kreasi seni dan budaya dari perwakilan kecamatan, yang berfungsi sebagai media dakwah dan penggerak empati. Antusiasme masyarakat tampak tinggi, baik dari peserta festival, penonton, maupun donatur yang tergerak membantu. Melalui paduan festival nadhom dan aksi kemanusiaan ini, masyarakat Tasikmalaya menunjukkan bagaimana tradisi keagamaan dan solidaritas sosial dapat bersinergi, menciptakan akhir tahun yang penuh makna dan berkah.

Jurnalis: Udan Muhdiana

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar Terbaru

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
Pembuatan Website
LAINNYA