Covid-19 Tidak Lagi Menjadi Bahaya Internasional

waktu baca 2 menit
Rabu, 10 Mei 2023 13:13 0 437 Neli Krismawati

SIAPBELAJAR.COM – World Health Organization (WHO) telah memutuskan bahwa situasi penularan Covid-19 bukan lagi sebagai darurat kesehatan global. Hal tersebut diputuskan setelah pandemi Covid-19 menunjukkan tren penurunan dari kasus baru maupun dari kasus kematian. Selain itu, kekebalan komunitas atas penularan juga mengalami peningkatan dan tekanan pada sistem kesehatan pun berkurang.

Meskipun keputusan tersebut membuat sebagian besar negara dapat hidup seperti sebelum adanya pandemi Covid-19, namun kewaspadaan terhadap penyebaran masih diperlukan sebab risiko munculnya varian baru masih mengintai serta dapat memicu lonjakan kasus dan kematian.

Terpuruknya Perekonomian

Meski dinyatakan sudah berakhir, pandemi Covid-19 sempat membuat perekonomian dunia termasuk Indonesia terpuruk. Pandemi yang muncul pada Maret 2020 ini membuat pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia merosot tajam. Tercatat, pertumbuhan PDB menjadi -2,07% pada tahun 2020 padahal di tahun sebelumnya PDB tumbuh hingga 5,02%.

Pembuatan Website

Peningkatan Jumlah Pengangguran

Penurunan pertumbuhan ekonomi tersebut diikuti dengan meningkatnya jumlah pengangguran akibat banyak perusahaan yang terganggu saat pandemi dan melakukan PHK. Hal tersebut dibuktikan dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat bahwa jumlah pengangguran pada Agustus 2020 mencapai 9,77 orang, naik sebanyak 2,67 orang.

BPS juga menyebutkan bahwa sebanyak 15,72 juta orang mengalami pengurangan jam kerja akibat pandemi Covid-19. Selain itu, sebanyak 1,11 juta orang tidak bisa bekerja selama pandemi Covid-19. Sedangkan, 650 ribu orang bukan angkatan kerja yang pernah bekerja, berhenti sejak Februari 2020 karena pandemi Covid-19.

Berdampak Pada Startup Digital

Meningkatnya jumlah pengangguran dan berkurangnya jam kerja ini salah satunya disebabkan oleh dampak pandemi terhadap startup digital. Tercatat sebanyak 83,4% perusahaan startup digital mengalami dampak negatif akibat pandemi. Selain itu, sebanyak 41,8% startup digital mengalami penurunan kondisi perusahaan. Bahkan beberapa perusahaan sulit bangkit dan dinyatakan bangkrut karena pandemi.

Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)

Karena dampak pandemi Covid-19 yang sangat besar, pemerintah menjalankan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) guna membantu masyarakat. Anggaran yang dihabiskan mencapai ratusan triliun setiap tahunnya. Berikut ini rincian anggaran yang digunakan untuk menjalankan program tersebut:

  1. Tahun 2020: Anggaran dana sebesar Rp695,2 triliun, terealisasi 85,82% atau sebesar Rp575,85 triliun
  2. Tahun 2021: Anggaran dana sebesar Rp744,7 triliun, terealisasi 88,4% atau sebesar Rp658,6 triliun
  3. Tahun 2022: Anggaran dana sebesar Rp455,62 triliun, terealisasi 72,6% atau sebesar Rp330,7 triliun (sampai 9 Desember 2022)
  4. Tahun 2023: Program PEN diakhiri

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA