Dorong Ekonomi Daerah, OJK dan TPAKD Genjot Literasi dan Inklusi Keuangan di Pangandaran dan Banjar

waktu baca 3 menit
Minggu, 4 Mei 2025 17:36 0 391 Asop Ahmad

SIAPBELAJAR.COM – Pangandaran, 30 April 2025 – Dalam upaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan di daerah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Pangandaran terus menjalin sinergi dan kolaborasi strategis. Langkah ini dinilai penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya melalui penguatan sektor UMKM.

Rapat Pleno TPAKD yang digelar di Kantor Bupati Pangandaran, Rabu (30/4), menjadi momentum penting untuk menegaskan komitmen tersebut. Mewakili Plt. Kepala OJK Tasikmalaya, Dendy Juandi selaku Kepala Bagian PEPK dan LMS menyampaikan pentingnya peran literasi dan inklusi keuangan dalam mengoptimalkan potensi ekonomi Pangandaran yang besar di sektor pariwisata dan perikanan.

“Program inklusi dan literasi keuangan menjadi kunci agar masyarakat, khususnya pelaku UMKM, mampu mengakses layanan keuangan formal. Salah satunya melalui program Bangbara atau Bangga Buatan Pangandaran Juara yang mempertemukan UMKM dengan perbankan dalam rangka pembiayaan dan peningkatan kapasitas usaha,” ujar Dendy.

Program Bangbara akan diawali dengan pelatihan intensif bagi UMKM pemula yang belum pernah mengakses kredit, agar mereka bisa naik kelas dan lebih kompetitif.

Pembuatan Website

Rapat ini turut dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Pangandaran Apip Winayadi, perwakilan Bank Indonesia, serta berbagai lembaga jasa keuangan. Dalam sambutannya, Apip menekankan pentingnya kerja kolaboratif lintas sektor demi menyukseskan lima program unggulan TPAKD Pangandaran tahun 2025:

  1. Sarupaning (Satu Pelajar Satu Pembukaan Rekening)

  2. Sabilulungan (Disabilitas Unggul Keuangan)

  3. Bangbara (Bangga Buatan Pangandaran Juara)

  4. OKE GAIS (Optimalisasi Kegiatan Edukasi Gerakan Aku Investor Saham)

  5. Simpay (Sisikepan Mantep Payunkeun Syariah)

Sehari sebelumnya, Selasa (29/4), TPAKD Kota Banjar juga menggelar rapat pleno serupa di Kantor Walikota Banjar. Dendy Juandi kembali hadir untuk menyampaikan apresiasi terhadap capaian program TPAKD tahun 2024, terutama program SiRoker Manja (Asuransi Mikro Pekerja Informal Banjar) yang melampaui target hingga 106%.

Menghadapi 2025, TPAKD Banjar memperluas fokus inklusi keuangan tak hanya di sektor asuransi dan perbankan, tetapi juga ke ranah pasar modal. Program edukasi bertema Sekolah Pasar Modal (SPM) akan menjadi garda terdepan dalam mengenalkan investasi yang aman dan cerdas kepada masyarakat.

Walikota Banjar, Sudarsono, menekankan bahwa akses keuangan merupakan pilar penting dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Ia mengajak semua pihak untuk berkomitmen menyukseskan program inklusi keuangan yang telah dirancang.

“Inklusi keuangan adalah tanggung jawab kolektif. Pemerintah, perbankan, lembaga keuangan, dan masyarakat harus berjalan beriringan,” tegas Sudarsono.

Berikut sembilan program unggulan TPAKD Kota Banjar 2025:

  1. Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP)

  2. Asuransi Mikro Pekerja Informal Banjar (SiRoker Manja)

  3. Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR)

  4. Digitalisasi Keuangan

  5. Business Matching

  6. Agen Laku Pandai

  7. Tabungan Emas

  8. Edukasi Keuangan Syariah

  9. Sekolah Pasar Modal (SPM)

Ke depan, OJK bersama seluruh pemangku kepentingan dalam TPAKD berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan dan dampak dari program inklusi keuangan. Harapannya, masyarakat semakin melek keuangan dan mampu memanfaatkan layanan keuangan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan hidup.

Jurnalis : Udan Muhdiana

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar Terbaru

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
Pembuatan Website
LAINNYA