Jejak lahirnya gerakan koperasi Indonesia kembali mendapat perhatian. Kawasan Tugu Koperasi Tasikmalaya, lokasi bersejarah Kongres Koperasi Indonesia pertama tahun 1947, resmi dicanangkan untuk direvitalisasi sekaligus ditetapkan sebagai Cagar Budaya, dengan harapan menjadi pusat gerakan ekonomi rakyat dan destinasi sejarah nasional.
SIAPBELAJAR.COM – Momentum peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79, Minggu (26/7/2026), menjadi babak baru bagi pelestarian sejarah koperasi di Indonesia. Pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan resmi mencanangkan revitalisasi Kawasan Tugu Koperasi Tasikmalaya sekaligus menetapkannya sebagai Cagar Budaya.
Kawasan ini memiliki nilai historis yang sangat penting karena menjadi lokasi berdirinya Gedung Pusat Koperasi Kabupaten Tasikmalaya (PKKT), tempat berlangsungnya Kongres Koperasi Indonesia pertama pada 12 Juli 1947. Dari tempat inilah lahir tonggak penting gerakan koperasi nasional sekaligus penetapan Hari Koperasi Nasional.
Gedung PKKT sendiri dibangun pada tahun 1934 oleh para pelopor koperasi di Tasikmalaya. Meski bangunan tersebut hancur akibat Agresi Militer Belanda II pada 1949 dan sejumlah dokumen sejarah ikut musnah, semangat gotong royong dan ekonomi kerakyatan yang menjadi ruh koperasi tetap bertahan hingga kini.
Pusat Budaya dan Ekonomi Kerakyatan
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa revitalisasi kawasan bersejarah ini sejalan dengan visi pembangunan nasional yang menempatkan koperasi sebagai salah satu pilar utama penguatan ekonomi rakyat.
Menurutnya, koperasi merupakan soko guru perekonomian nasional sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, sehingga keberadaan situs bersejarah ini perlu dijaga sebagai pengingat perjalanan bangsa.
Fadli Zon juga mengingatkan agar proses revitalisasi tetap mempertahankan sebagian jejak sejarah bangunan yang pernah hancur. Ia berharap kawasan tersebut menjadi living heritage atau warisan budaya yang hidup, bukan sekadar monumen, sehingga tetap mampu menceritakan sejarah perjuangan koperasi kepada generasi mendatang.
Ke depan, kawasan Tugu Koperasi direncanakan berkembang menjadi ruang budaya yang mewadahi berbagai aktivitas seni, budaya, pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menambahkan bahwa dipilihnya Tasikmalaya sebagai pusat peringatan bukan tanpa alasan. Secara historis, daerah ini memiliki peran besar dalam perkembangan koperasi Indonesia dan menjadi saksi lahirnya gerakan ekonomi kerakyatan.
Ia berharap sinergi antara Kementerian Koperasi dan Kementerian Kebudayaan mampu mengembalikan Tasikmalaya sebagai salah satu pusat pengembangan koperasi nasional.
Sementara itu, Pemerintah Kota Tasikmalaya menyambut baik penetapan kawasan tersebut sebagai cagar budaya. Selain memulihkan bangunan bersejarah, revitalisasi juga diharapkan membuka ruang yang lebih luas bagi kegiatan koperasi, pelaku UMKM, komunitas seni, dan aktivitas positif masyarakat.
Dengan luas kawasan sekitar 9.000 meter persegi, Tugu Koperasi dan bangunan pendukungnya diproyeksikan menjadi ikon baru Kota Tasikmalaya sekaligus pusat edukasi sejarah, pelestarian budaya, dan pengembangan ekonomi kerakyatan.
Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 pun ditutup dengan tekad bersama untuk menghidupkan kembali semangat berkoperasi dari Tasikmalaya, kota yang menjadi saksi lahirnya gerakan koperasi Indonesia, demi mewujudkan ekonomi nasional yang lebih kuat, berkeadilan, dan menyejahterakan masyarakat.
Jurnalis: Udan Muhdiana
Tidak ada komentar