Rerata Skor UTBK SNBT 2024 Siswa Kurikulum Merdeka Lebih Tinggi Dibandingkan Kurikulum Lain

waktu baca 3 menit
Rabu, 19 Jun 2024 09:39 0 93 Asop Ahmad

SIAPBELAJAR.COM – Ketua Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2024, Prof. Ganefri, melaporkan bahwa rerata skor Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2024 siswa SMA Kurikulum Merdeka mencapai 557,33. Sebagai perbandingan, skor UTBK siswa SMA Kurikulum 2013 adalah 548,98.

Siswa SMK Kurikulum Merdeka juga menunjukkan hasil yang lebih baik, dengan rerata skor UTBK 2024 sebesar 522,21, dibandingkan skor siswa SMK Kurikulum 2013 yang mencapai 509,79.

Dari segi jumlah pendaftar, siswa SMK dan SMA Kurikulum Merdeka yang mengikuti UTBK SNBT 2024 lebih sedikit dibandingkan siswa Kurikulum 2013. Rinciannya sebagai berikut:
– Peserta UTBK – SMA Kurikulum Merdeka: 107.114
– Peserta UTBK – SMA Kurikulum 2013: 1.482.167
– Peserta UTBK – SMK Kurikulum Merdeka: 105.683
– Peserta UTBK – SMK Kurikulum 2013: 272.934

Persentase penerimaan siswa di PTN tujuan dipengaruhi oleh tingkat keketatan prodi yang dipilih. Data SNPMB menunjukkan:
– 10,37% (11.104 orang) siswa SMA Kurikulum Merdeka diterima di prodi tujuan.
– 10,65% (157.784 orang) siswa SMA Kurikulum 2013 diterima di prodi pilihannya.
– 8,96% (9.473 orang) siswa SMK Kurikulum Merdeka diterima di prodi tujuan.
– 8,23% (22.453 orang) siswa SMK Kurikulum 2013 diterima di prodi tujuan.

Pembuatan Website

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Anindito Aditomo, menilai data hasil UTBK ini menunjukkan sinkronisasi antara kebijakan kurikulum baru dengan seleksi masuk PTN secara nasional melalui SNBT.

“Ini indikasi bahwa kebijakan kita sudah mulai nyambung. Ketika seseorang mendapatkan pembelajaran yang berorientasi pada daya nalar, literasi, dan numerasi, nilainya lebih tinggi di UTBK saat seleksi masuk PTN,” kata Anindito dalam konferensi pers pengumuman hasil SNBT 2024 di Gedung D Kemendikbudristek, Jakarta, Kamis (13/6/2024).

Nino, sapaan akrab Anindito, menjelaskan bahwa Kurikulum Merdeka menekankan pembelajaran yang mengutamakan daya nalar, kecakapan penting untuk belajar sepanjang hayat, literasi numerasi, dan logika. Aspek-aspek tersebut diukur dalam seleksi nasional masuk PTN melalui SNBT.

“Jika tesnya masih mengukur keluasan pengetahuan dan banyaknya informasi yang dapat dihafalkan, maka respons pembelajaran di tingkat SMA dan SMK akan berbeda, ini bukan hal yang kita inginkan,” ujarnya.

Nino menambahkan bahwa perubahan kurikulum menjadi Kurikulum Merdeka serta perubahan komponen seleksi masuk PTN melalui SNBT memungkinkan siswa tidak dinilai berdasarkan kualitas sekolah atau kemampuan membayar biaya bimbingan belajar (bimbel).

“Kami ingin tesnya tidak bergantung pada di mana seseorang bersekolah, termasuk di sekolah yang sebelumnya mungkin lebih sulit diterima tanpa tes,” jelasnya.

“Dengan mengurangi ketergantungan pada kemampuan membayar bimbel, kita juga ingin mengurangi bias ekonomi,” lanjut Nino.

Nino menegaskan bahwa jalur tes nasional dalam seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN) mencerminkan sifat pendidikan dasar dan menengah yang bersifat universal.

“Pendidikan dasar itu universal, jadi semua orang harus mendapat kesempatan, termasuk di pendidikan menengah. Konsep zonasi dan afirmasi memastikan tersedianya kursi yang cukup bagi calon siswa yang tinggal di sekitar sekolah dan kurang mampu. Ini adalah masalah prioritas,” tuturnya.

Melihat keterbatasan kursi di PTN melalui jalur SNBT, Nino mengatakan jalur tes nasional masuk PTN ini memungkinkan siswa dengan potensi terbaik memanfaatkan kesempatan belajar yang ada untuk bermanfaat secara individu maupun kolektif.

“Dalam aspek keadilan, kita ingin siswa yang diterima di PTN adalah yang paling berpotensi memanfaatkan kesempatan belajar dengan baik, sehingga manfaatnya tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk masyarakat,” pungkasnya. ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar Terbaru

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
Pembuatan Website
LAINNYA