Wali Kota Cimahi Beri Beasiswa Yang Memiliki Kecenderungan DO

oleh -3 views
Ilustrasi : (www.108csr.com)
Arrief Ramdhani
Ilustrasi : (www.108csr.com)
Ilustrasi : (www.108csr.com)

SEBANYAK 1.400 siswa yang terdiri dari 546 siswa SMA, 84 siswa MA dan 770 siswa SMK mendapatkan beasiswa sebesar Rp 500 ribu perbulan dari Pemkot Cimahi untuk keperluan mereka bersekolah. Pemberian beasiswa untuk siswa miskin yang memiliki kecenderungan untuk drop out (DO) atau berhenti tengah jalan itu diserahkan langsung secara simbolis kepada beberapa perwakilan siswa di Pusdikpal Cimahi Tengah Kota Cimahi, Rabu (22/10/2014).
“Tujuan kami mengalokasikan anggaran ini untuk mengurangi angka DO karena ketidakmampuan secara ekonomi siswa di Kota Cimahi. Karena yang kami harapkan anak-anak ini bisa mengenyam pendidikan selama 12 tahun atau hingga lulus SMA, “kata Wali kota Cimahi Atty Suharti saat ditemui seusai pemberian beasiswa bagi siswa rawan DO.

Menurut Atty, angka DO tingkat SMA di Kota Cimahi mencapai 5 persen pertahun. Untuk bantuan yang diberikan tiap tahunnya ini diharapkan bisa sedikit meringankan beban keluarga yang tidak mampu tapi ingin menuntaskan pendidikannya anaknya.

“Kami tidak membeda-bedakan jumlah biaya yang diberikan pada tiap siswa karena pemkot itu sendiri memiliki keterbatasan anggaran, “tuturnya.

Ditanyai soal kegiatan karya wisata yang sudah menjadi ritual dilakukan di tiap sekolah, Atty menegaskan bila kegiatan seperti itu perlu dievaluasi karena bisa membebani siswa khususnya bagi yang kurang mampu.

“Tidak semua sekolah sering melakukan karya wisata. Saya kira kasian kalau kegiatan seperti itu selalu dilakukan karena menjadi beban para siswa, kami minta kepala sekolahnya meninjau lagi apabila akan melaksanakan kegiatan tersebut,” ujarnya.

Bahkan, disarankan lebih baik pihak sekolah mengunjungi tempat-tempat keterampilan yang bisa menciptakan kemampuan siswa agar apabila siswa tidak melanjutkan ke perguruan tinggi, mereka bisa membuka usaha dengan menjadi wirausaha.

“Mereka harusnya dibawa ke tempat berpotensi di kotanya sendiri, di Cimahi itu sendiri kan banyak berdiri industri yang bergerak dibidang kerajinan dan makanan. Jadi sesudah lulus, mereka yang tidak mampu untuk meneruskan pendidikan bisa menjadi wirausaha muda,” katanya.(jabar.tribunnews.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.