Vendor Pendistribusi KIP Dievaluasi

oleh -1 views
Kemendikbud Ajak Penerima KIP Segera Daftar Ke Sekolah.(kemdikbud.go.id)
Arrief Ramdhani
Kemendikbud Ajak Penerima KIP Segera Daftar Ke Sekolah.(kemdikbud.go.id)
Kemendikbud Ajak Penerima KIP Segera Daftar Ke Sekolah.(kemdikbud.go.id)

KEMENTRIAN Pendidikan dan Kebudayaan mengevaluasi vendor penyedia jasa pengiriman Kartu Indonesia Pintar (KIP). Hal ini karena permasalahan pendistribusian KIP yang belum juga kunjung usai, ternyata terkendala kinerja vendor yang telah ditunjuk melalui Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Hammid Muhammad menuturkan berdasarkan surat perjanjian pengiriman KIP dengan penyedia jasa pengiriman, KIP harus dikirimkan langsung ke alamat tujuan penerima kartu. Namun ternyata sejumlah KIP yang dilaporkan telah dikirimkan, nyatanya dikirimkan ke kecamatan ataupun kelurahan.

“Dari 17,9 KIP yang disediakan, vendor melaporkan sudah 17,4 yang dikirmkan (ke alamat penerima KIP-red). Ternyata setelah kami melakukan pengecekan, beberapa diantaranya belum sampai ke alamat, melainkan masih tersangkut di kelurahan atau kecamatan,”ujarnya dalam konferensi pers perkembangan KIP di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Selasa , 16 Agustus 2016.

Terdapat dua vendor yang bertanggung jawab dalam pendistribusian KIP. Yakni PT. Atria Antaran Prima dan PT. Dexter Ekspresindo. Pendistribusian kartu dilakukan sebanyak tiga tahap. Tahap pertama dilakukan PT. Atria Antaran Prima pada 25 April – 11 Juli 2016. Sementara distribusi tahap kedua dilakukan PT. Dexter Ekspresindo pada 4 Mei – 23 Agustus 2016.

Menurut Hammid, aparat kecamatan, desa, maupun kelurahan ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa pihak jasa pengirim tersebut hanya mengantar kartu sampai kecamatan, desa, maupun kelurahan. Untuk kemudian mereka meminta pihak aparat kecamatan, desa, maupun kelurahan tersebut yang membagikan pada anak penerima di wilayahnya.

“Padahal dalam surat perjanjian kontrak, disebutkan bahwa kartu harus dikirimkan langsung sampai ke alamat tujuan penerima kartu,”ttuturnya.

Hammid menuturkan, pihaknya telah melangsungkan rapat bersama kedua vendor tersebut. Dan pihaknya meminta pihak vendor penyedia jasa pengiriman kartu untuk menuntaskan pengiriman KIP.( pikiran-rakyat.com)