Usia Pensiun Guru Diusulkan 65 Tahun

Friday 02 August 2019 , 11:12 AM

Ilustrasi (sditizzis.blogspot.com)

KEMENTERIAN  Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengusulkan agar masa usia pensiun guru diperpanjang. Usulan tersebut disampaikan Mendikbud Muhadjir Effendy saat melakukan rapat koordinasi dengan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi, Kementerian Dalam Negeri, dan Badan Kepegawaian Negara.

Muhadjir menyatakan, usulannya akan ditindaklanjuti dengan penerbitan surat edaran bersama yang ditandatangani Mendikbud, MenPANRB, Mendagri dan Kepala BKN. Menurut dia, penambahan usia pensiun bagi guru untuk mencegah daerah melakukan rekrutmen guru honorer.

“Masa guru pensiun diperpanjang sembari menunggu pengangkatan ASN tetap. Penegasan ini akan dibuat dalam bentuk surat edaran. Nanti segera akan kami buatkan surat edarannya. Untuk itu, nanti kalau ada pemerintah daerah yang masih nekat merekrut guru honorer akan dijatuhi sanksi,” kata Muhadjir di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Rabu 31 Juli 2019.

Ia menuturkan, dalam rapat koordinasi lintas lembaga tersebut turut membahas penyelesaian masalah guru honorer. Ia menjelaskan, proses rekruitmen honorer jadi CPNS akan dilakukan secara bertahap sehingga pada 2024 sudah tidak ada lagi guru berstatus honorer. “Sekitar 700.000 lebih guru yang masih berstatus honorer,” ujarnya.

Ia menyatakan, usia pensiun guru PNS akan ditambah 5 tahun menjadi 65 tahun. Menurut dia, usia pensiun yang diterapkan saat ini, yakni 60 tahun, terlalu cepat karena pada usia tersebut guru masih bisa produktif. “Usia 60 tahun itu saya kira kalau masih segar bugar,” katanya.

Tiga skema

Terkait dengan pengangkatan guru PNS, Muhadjir menjelaskan, mekanisme pengangkatannya akan dibagi dalam tiga skema. Yakni, untuk menuntaskan guru honorer, untuk mengganti guru yang masa pensiunnya akan berakhir, dan untuk menambah atau mengangkat guru dikarenakan adanya penambahan jumlah sekolah.

Ia menuturkan, dalam upaya menuntaskan pengangkatan guru honorer, pemerintah daerah diimbau tak melakukan rekruitmen guru honorer. “Pak MenPAN juga sudah menyampaikan supaya tidak ada lagi pengangkatan guru honorer, yang ada ini mau kami selesaikan,” katanya.

Berdasarkan data dari Kemendikbud, puncak pensiun guru secara masif akan terjadi pada 2022. Sebanyak 86.650 guru akan pensiun secara bersamaan. Sekretaris Jenderal Kemendikbud Didik Suhardi mengatakan, hal tersebut harus diantisipasi dengan tepat agar tak terjadi kekurangan guru.

“Sehingga rekruitmen guru ikut memperhitungkan faktor ini. Selain tentu saja rekruitmen guru baru agar tidak terjadi kekurangan guru secara besar-besaran. Nanti ketika rekruitmen 2021 akan ada tambahan karena jumlah kebutuhan guru meningkat,” ujarnya.

Selain rekruitmen besar-besaram, Kemendikbud juga akan menerapkan sistem guru mengajar multi subjek. Didik berharap, dengan sistem tersebut program peningkatan kualitas pendidikan tetap berjalan dan dari sisi anggaran menjadi lebih efisien.

“Misalkan guru IPA kemampuan minornya matematika, IPS punya kemampuan minornya PPKN. Kalau tidak ya nanti kebutuhan gurunya akan terlalu mahal. Misalnya di daerah-daerah yang populasinya rendah tadi kan, tidak mungkin kalau kita menggunakan single subjek, biayanya terlalu mahal. Makanya pakai sistem guru rumpun istilahnya,” ucapnya.(pikiran-rakyat.com)

Comments are closed.